Warung ini gampang sekali terlewat dikarenakan oleh spanduk yang kurang mencolok dan penampilan warung yang sederhana sekali. Warung tersebut hanya menempati emperan toko di pinggir jalan yang cukup kecil. Tapi jangan salah, warung yang berada di depan Radio Retjo Buntung ini tidak bisa dipandang remeh apa yang disajikannya.
Warung dengan spanduk yang sederhana.
Bu Waji, pemilik sekaligus juru masak warung, tampak terampil membuat mie kopyok walaupun usianya sudah senja. Pertama, isi makanan seperti mie, bihun, lontong, dan tetelan daging dimasukkan ke dalam mangkuk. Kemudian, cabai dengan jumlah sesuai pesanan, dan bawang ditumbuk lalu diberi kuah. Kuah kemudian dimasukkan ke dalam mangkuk.
Mempersiapkan mie kopyok.
Seketika setelah semangkuk mie kopyok yang siap disantap berada di atas meja, saya langsung menyantap makanan berkuah tersebut. Benar saja, rasanya nikmat sekali ketika seruputan pertama walaupun terlalu pedas di lidah karena saya memesan terlalu banyak cabai. Tapi, saya tidak menganjurkan untuk tidak menambah cabai dalam…
View original post 148 more words
