
sumber: KUPANG.COM
Pohon Kesambi merupakan pohon lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hampir di semua tempat terdapat pohon Kesambi ini.
Pohon Kesambi atau dalam bahasa Timor dikenal Kusambi atau Usapi ini kerap dipergunakan untuk bahan bakar dan pengasapan daging se’i.
Sebenarnya, Kesambi ini memiliki khasiat lain, selain untuk membuat pengasapan daging se’i. Simak artikel berikut, seperti yang dirangkum Pos-Kupang.com dari sejumlah sumber.
Kesambi atau kosambi (Schleichera oleosa) adalah nama sejenis pohon daerah kering, kerabat rambutan dari suku Sapindaceae.
Beberapa nama daerahnya, di antaranya
Sunda: Kasambi/ Kosambi, Jawa dan Bali: Kesambi, Kusambi, Sambi, Kecacil, Madura: Kasambhi, Timor: Kusambi, Usapi, Sumba: Kasembi, Kahembi, Sawu: Kehabe, Solor: Kabahi, Alor: Kalabai, Rote: Kule, Ule, Makasar: Bado, dan Bugis: Ading
Nama-nama itu mirip dengan sebutannya di India, tanah asal tumbuhan ini, misalnya: kosam, kosumb, kusum, kussam, rusam, puvam.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai gum-lac tree, Indian lac tree, Malay lac tree, Macassar oil tree, Ceylon oak, dan lain-lain.
Kayu kesambi, terutama kayu terasnya, padat, berat, dan sangat keras; berwarna merah muda hingga kelabu.
Kayu ini ulet, kenyal, dan tahan terhadap perubahan kering dan basah berganti-ganti, sehingga pada masa silam kerap dimanfaatkan sebagai jangkar perahu.
Tidak mudah menyerpih, kayu kesambi sering dipakai membuat alu, silinder-silinder dalam penggilingan, dan perkakas rumah tangga umumnya.
Mempunyai nilai energi yang tinggi hingga 20.800 kJ/kg, kayu ini disenangi sebagai kayu bakar dan bahan pembuatan arang.
Pepagan kesambi dimanfaatkan untuk menyamak kulit, mewarnai batik, mengelatkan nira agar tidak masam ketika difermentasi, serta untuk campuran lulur. Pepagan yang digerus halus dan dicampur minyak, digunakan sebagai obat kudis.
Daunnya yang muda, mentah atau direbus, dimakan sebagai lalap. Buah kesambi yang telah masak dimakan segar, atau, mentahnya dijadikan asinan.
Bijinya, langsung atau setelah lebih dulu dipanggang sebentar, dikempa untuk mendapatkan minyaknya. Minyak kesambi ini (Jw., kecacil) mengandung sedikit asam sianida, dan digunakan untuk mengobati kudis dan luka-luka.
Di Sulawesi Selatan, minyak kesambi ini dimasak dengan pelbagai rempah-rempah dan harum-haruman, dijadikan aneka minyak berkhasiat obat; termasuk di antaranya “minyak makassar” (Macassar oil) yang terkenal untuk merawat rambut.
Minyak ini setelah dicampur dengan bahan lain, seperti tepung kapur dapat dijadikan salep obat atau untuk menambal celah (memakal, mendempul) perahu.
Dahulu, minyak kesambi ini juga dijadikan minyak lampu, minyak makan dan bahan pembuat sabun.
Daun-daun, pucuk rerantingan, dan limbah biji (bungkil) sisa pengempaan dijadikan pakan ternak.
Sementara itu dalam industri kehutanan, pohon kesambi merupakan salah satu pohon inang terpenting bagi kutu lak (Laccifer lacca). Lak dan syelak (shellac), resin lengket yang digunakan sebagai bahan pewarna, pengilat makanan, dan pernis, terutama dihasilkan oleh India. Di Indonesia, lak diproduksi oleh Perhutani di Probolinggo.
Di Indonesia ditemukan dua jenis kesambi yakni, kesambi kerikil dan kesambi kebo (kerbau). Ciri khas perbedaannya terletak pada daun dan kulit batang. Jenis kerikil mempunyai daun yang lebih kecil dan memanjang.
Bentuk percabangan liar, dan kulitnya tipis dibandingkan dengan jenis kebo.
Sedangkan kesambi jenis kerbau memiliki daun yang melebar pada ujungnya dan kulit kayu yang lebih tebal.
Bentuk percabangan teratur dan tegak lurus ke atas. Tumbuhan ini tersebar di seluruh Asia Tenggara dan di Indonesia dapat ditemukan di ketinggian 0-1.200 meter dari permukaan laut. Salah
satu indikator pertumbuhan kesambi adalah jati. Pada wilayah yang ditumbuhi jati liar biasanya diikuti tumbuhnya kesambi. Di Jawa, tanaman kesambi digunakan sebagai tanaman pengisi (sekat bakar) dalam hutan jati.
Kandungan Kimia Daun, akar dan batang kesambi mengandung saponin dan tanin, di samping itu daunnya juga mengandung alkaloida.
Khasiat Daun kesambi berkhasiat sebagai obat eksim, obat kudis, obat koreng dan obat radang telinga.
Kulit kayu kesambi dapat digunakan sebagai penyamak kulit. Menurut hasil penelitian, dalam analisis kimia kulit kesambi ditemukan 6,1-14,3% zat penyamak.
Bahkan dahulu orang Bali dan Madura menggunakan kulit kayu kesambi sebagai obat kulit yang sangat manjur, terutama terhadap kudis dan penyakit kulit lainnya.
Daun muda kesambi bisa dijadikan sayur asam. Bahkan dapat dimakan mentah sebagai lalapan meski rasanya sepat. Daun kering kesambi dapat dibakar dan asapnya digunakan untuk pengobatan (pengasapan) penyakit kudis dan gatal-gatal,
Buah Kesambi yang masih hijau dapat dimakan dan diolah sebagai asinan, Buah yang sudah masak berwama kuning atau kemerah-merahan yang dapat dijadikan buah meja dengan ciri rasa asam kemanis-manisan.
Buah kesambi yang sudah masak sangat digemari oleh monyet dan burung, termasuk anak-anak, Di beberapa daerah, buah kesambi yang sudah masak dapat dibuat manisan.
Biji kesambi dilapisi dan diselimuti oleh kulit yang berwama cokelat, bentuknya bulat panjang dengan ukuran antara 6-14 mm. Mudah pecah dan daging bijinya mengandung 70 persen minyak sangat berguna sebagai bahan pembuatan minyak gosok (dikenal dengan minyak makasar).
Khasiat Kesambi memang sudah umum dan sering dijadikan obat herbal yang kaya akan manfaat. Beberapa kegunaan tersebut terkait dengan pengobatan penyakit kulit yang mencakup kudis, korengan, serta eksim. Dan bagian tanaman yang paling banyak digunakan ialah pada bagian daun namun ada juga yang memakai pegagan serta buahnya. Nah untuk mengetahui lebih detail mengenai apa itu kesambi dan kegunaan bagi kesehatan, berikut ini sudah kami rangkum keterangan singkat yang tentunya kami ambil dari beberapa sumber di internet. 
Kesambi (Nama Latin : Schleichera oleosa) Adalah sejenis tanaman yang tergolong dalam keluarga sapindaceae dengan habitat hidup sangat baik pada daerah tropis. Kesambi sering juga dikenal dengan kosambi serta beberapa nama lokal berbeda pada setiap wilayahnya. Nama daerah tersebut diantaranya : Kehabe, Kule, Bado, Kahembi, Kasembi, Ading, kusambi, usapi, kabahi, dan kalabai. Kesambi banyak ditanam dipinggiran jalan, pekarangan, dan tanah kosong yang berguna sebagai peneduh dan mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh pencemaran kendaraan atau pabrik.
Ciri serta deskripsi tanaman bisa dikenali dengan melihat bentuk daun yang hampir menyerupai daun rambutan, ketinggian pohon mencapai hingga 40m. Daun majemuk dengan bunga malay. Buah buni berbentuk bulan memanjang dan rasa dari buah ini sangat asam dan sering juga dikonsumsi sebagai sambal. Jika ditelusuri, tanaman kosambi berasal dari pegunungan Himalaya dan penyebarannya cukup luas sehingga mudah juga ditemukan di Indonesia.
Umumnya kayu kesambi dimanfaatkan sebagai pembuatan jangkar perahu karena tekstur batang yang sangat kuat dan keras. Sedangkan daun muda dikonsumsi sebagai lalapan dan buahnya bisa diolah menjadi manisan atau asinan. Sedangkan minyak yang didapat dari ekstrak biji dijadikan minyak lampu, sabun, dan juga sebagai obat herbal yang bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit.
6 Khasiat Kesambi Untuk Kesehatan Dan Kecantikan :
- Menyembuhkan eksim pada kulit.
- Meredakan peradangan pada telinga.
- Mempercepat penembuhan luka.
- Sebagai bahan rempah pelengkap masakan.
- Sebagai bahan pembuatan parfum dan kosmetik.
- Menjaga kulit tetap halus dan sehat.
Bagaimana Resep dan Cara menggunakan kesambi sebagai obat?
- Eksim : Siapkan beberapa lembar daun kesambi muda, cuci dan rebus hingga mendidih dengan air secukupnya. Dan minum air rebusan tersebut selagi hangat.
- Kudis Dan Korengan : Ambil biji dan sangrai, geprek hingga pipih kemudian ambil minyaknya. Selanjutnya tinggal oleskan pada area kulit yang ingin diobati. Alternatif lain bisa juga dengan menghaluskan pepagan kemudian dicampur dengan minyak kelapa atau minyak kayu putih. Selanjutnya bubuhkan pada kulit yang terdapat kudis atau koreng.
Kandungan senyawa pada kesambi ini diantaranya alkaloid, saponin, dan tanin. Dari kandungan inilah diperoleh manfaat seperti yang sudah kami sebutkan diatas.
