oleh: Iim Fahima Jachja
Sarapan sama anak-anak, membahas Mentri yang ketangkap KPK karena korupsi bansos. Jangan mengira korupsi itu gampang, unless korupsinya kelas cengek. Kalau sudah di level atas, korupsi itu hasil dari kerja keras, cerdas, kemampuan meniti karir yg tangguh, determinasi dll. Investasinya relatif sama besar dengan kerja halal. Mungkin hasilnya relatif lebih cepat dibanding kerja halal, tapi ketenangan hidup yang hilang karena rejeki yang ga barokah, sangat ga sebanding.
Kalau ngliat koruptor hidupnya asik bergelimang harta dan bahagia, itu cuma tampilan luar semu semata. Hidupnya maling itu ga ada yang tenang. Entah karena anaknya kelakuannya ga bener, istrinya minggat, hidupnya dikelilingi teman-teman yang cuma memanfaatkan situasi, rebutan harta, sakit yang bikin ga bisa menikmati hidup. dll. Belum lagi ketegangan kalo udah jadi target KPK. Jadi saksi aja pressurenya luar biasa apalagi jadi terdakwa.
Kalo kalian iri sama kekayaan koruptor, bercita-cita pengen bisa korupsi, atau mengarahkan suami/istri/anak one day bisa jadi aparat dan korupsi … I know some parents do … Coba berpikir ulang: Kerja haram itu SAMA CAPEKNYA dengan kerja halal. Kenapa ga investasikan sourcesnya di kerja yang halal yang hidupnya lebih tenang? KERJA HALAL JUGA BISA KAYA, kok. Sangat bisa. Korupsi bukan satu-satunya jalan untuk kaya, pun bukan jalan yang singkat buat kaya.
Ps: Yang masih kekeuh berpikir korupsi itu gampang, kalian gaulnya kurang jauh.
