
Baru saja membaca cerita seorang ibu, tentang salah satu teman beliau yang mempunyai adab baik dalam hal berhutang. Teman tersebut membuat jadwal cicilan dan dibayar tepat waktu. Dua hari sebelum jadwalnya membayar utang, selalu memberi kabar. Wah! betapa senang jika pihak yang berhutang amanah seperti itu. Kita pun tidak berkeberatan membantu jika punya rejeki lebih.
Saya belum pernah bertemu teman atau kerabat yang punya adab sebaik itu dalam berhutang. Biasanya setelah dipinjamkan uang, mereka menghilang. Jika jumlahnya sedikit saya lupakan saja. Tetapi jika jumlahnya lumayan besar pasti saya tagih. Responnya bermacam, biasanya mereka menghindar. Tidak menyapa saya lagi jika bertemu di jalan. Berbalik memusuhi.
Sekarang saya hampir tidak pernah meminjamkan uang lagi. Jika ada rejeki lebih saya memberi semampunya. Hal ini agar saya tidak mengalami sakit hati saat menagih, juga menghindari putus hubungan baik dengan teman juga kerabat.
Pelajaran juga untuk saya dan keluarga. Mengajarkan pada anak, bagaimana aturan sosial yang berlaku meskipun tidak tertulis. Usahakan tidak berhutang, hindari gaya hidup konsumtif. Jikapun harus berhutang karena kondisi mendesak, berkabarlah pada orang yang telah berbaik hati membantu kita. Berikan kabar kapan hutang tersebut akan dibayar, bukan malah menghindari bahkan memusuhi.
Semoga Allah mudahkan rezeki kita semua ❤
