*tulisan tahun 2009
Judul tersebut aku dapat dari ustad yang semalam memberi tausiyah sehabis tarawih. Kebetulan peserta tarawih mayoritas anak muda, jadi Ustad Djati sedikit berbahasa inggris dalam ceramahnya.
Unshakeable Mentality, iman yang tak tergoyahkan. Keimanan milik Nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail. Tiga orang luar biasa, yang percaya bahwa perintah Allah SWT tiada kan pernah salah. Percaya dengan Rahman dan RahimNYA. tak sedikitpun pernah mereka meragukan Allah SWT. Itulah mental yang tak sanggup tergoyahkan oleh apapun.
Dalam kehidupan ini, kita kadang menjadi Ibrahim. Saat kita harus meninggalkan keluarga yang sangat dicintai untuk pergi mencari nafkah dan mungkin diantara kita harus ada yang merelakan kehilangan anak yang telah didambakan sejak lama. *aku teringat Anton, yang kehilangan 11 anggota keluarga pada saat gempa kemarin
Kita kadang menjadi Bunda Hajar. Ketika tiba saatnya harus berjuang sendirian membesarkan anak tanpa suami, tanpa memiliki bekal apapun. Dan setelah sang permata hati tumbuh besar kita pun masih harus siap untuk kehilangannya. *bagaimana bisa kau sekokoh itu wahai bunda..?
Dan bisa jadi tiba saatnya kita menjadi Ismail. Tumbuh besar tanpa didampingi oleh ayah tercinta, lalu ada kalanya kita harus merelakan hal paling berharga dari diri kita. *bagaimana bisa Ismail merelakan nyawanya sendiri?
Sumber kekuatan yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim, Bunda Hajar dan Ismail, digambarkan dengan dua angka yaitu: 0 dan 1. Diterjemahkan dalam kalimat La ilaha il-Allah. Tiada [0] yang patut disembah selain Allah [1]. Hanya Allah saja, bukan anak, bukan harta benda, bahkan bukan nyawamu sendiri.
Sudahkah kau dan aku memahami makna La ilaha il-Allah..?
Allah akan terus perjalankan, untuk membuat kita paham.

freepik
