*tulisan tahun 2009

Judulnya aneh ya.. kenapa kita disuruh menjadi maqom? untuk orang awam seperti aku, dari dulu mengira maqom Ibrahim yang ada di depan pintu ka’bah sebelah kanan itu adalah benar-benar makam atau kuburan.
Ternyata kurungan cantik kuningan berkubah kecil itu sama sekali bukan kuburan nabi Ibrahim, di dalamnya terdapat batu dengan bekas telapak kaki. Nah, itu adalah batu pijakan nabi Ibrahim ketika memasang batu-batu dinding ka’bah bersama Ismail, putranya. Oleh karena itu disebut Maqom Ibrahim, artinya tempat berdiri Ibrahim.
Memang banyak yang istimewa di sekitar Ka’bah, di sudutnya ada batu hitam yang disebut hajar Aswad yang sama sekali tak berhasil aku sentuh, hanya lambaikan tangan saja dari jauh.
Dari buku petunjuk umroh dan artikel di majalah percikan iman ustad Aam, aku semakin paham makna dari maqom Ibrahim. Bahwa dalam Al Qur’an, Allah SWT dua kali menyebutkan keberadaan batu pijakan tersebut. Sedangkan hajar aswad, batu yang diciumi sama sekali tidak ada.
dalam Q.S Ali Imran:97 dikatakan bahwa di dalamnya ada ayat yang jelas, maqom Ibrahim dan barang siapa memasukinya dia akan aman
dan pada Q.S Al Baqarah:125 disebutkan Allah menjadikan maqom Ibrahim sebagai musholla
Allah sangat memuliakan batu pijakan tersebut, ibaratnya batu itu seperti seseorang yang merelakan punggungnya menjadi anak tangga bagi kesuksesan orang lain. Ibarat sebuah usaha kecil yang terlihat seperti sebutir pasir, tapi sebutir pasir itu berguna untuk membangun sebuah bangunan yang kokoh.
Jika hari ini kamu merasa seperti batu pijakan bagi kemajuan orang lain, janganlah berkecil hati. Karena Allah sungguh memuliakan batu yang dipijak dibandingkan batu yang diciumi. Allah mengangkat jasa batu pijakan itu walau ia tidak ikut menempel di Baitullah Ka’bah
Jadilah maqom Ibrahim, yang bersedia menjadi pijakan bagi kemajuan orang banyak. Masuklah kedalam sifat ikhlas, mungkin itulah makna ayat Allah tersebut. Barang siapa masuk kedalamnya, dia akan aman.
*batu pijakan itu membuat aku teringat Bunda Siti Hajar.

jepretanku, ketika subuh telah usai di hari jum’at
saat petugas membersihkan Maqom Ibrahim
