Sukrotan Khas Garut

freepik

Sukrotan (bahasa Sunda: Sukrotan lakuran dari: sukro di jero ketan, harf. “kacang di dalam ketan”) adalah gorengan khas Garut. Sukrotan terbuat dari ketan kukus yang dibentuk bulat atau lonjong dan diisi dengan sambal kacang lalu digoreng. Ada juga yang menambahkan berbagai bumbu dalam adonan isian kacang tersebut, sehingga sukrotan memiliki rasa yang khas.

Sukrotan adalah salah satu makanan khas Garut, Jawa Barat. Kudapan ini banyak dijajakan oleh penjual gorengan gerobak, yang dijual bersama dengan combro, cireng, gehu, bala-bala, pisang goreng, dan jenis gorengan lainnya. Makanan lain yang sejenis, dengan sukrotan dan comro, namun memiliki rasa yang manis adalah misro (amis di jero) atau manis di bagian dalamnya. Misro, biasanya terbuat dari singkong parut dengan isian gula merah di dalamnya.

Resep Sukrotan

Bahan

  • 1/2 kg beras ketan
  • 1 bungkus bumbu pecel sinti
  • 2 bungkus santan kara
  • 3 lembar daun pandan
  • 3 gelas air putih
  • Garam, gula (secukupnya)

Cara

  1. Rendam beras ketan 30 menit.
  2. Kukus beras ketan yang sudah direndam selama 15 menit. Setelah 15 menit angkat dan masukkan ke wadah (beras belum matang sempurna).
  3. Nyalakan api. Panaskan air 3 gelas. Masukkan santan kara garam dan gula secukupnya aduk rata. Tambahkan daun pandan. Jika sudah matang campurkan dengan beras ketan di wadah tadi. Sedikit demi sedikit dicampur, jangan sampai lembek.
  4. Kukus kembali beras ketan selama 15 menit.
  5. Jika sudah matang. Angkat dan bentuk bulat. Kemudian pipihkan dan isi dengan bumbu pecel.
  6. Larutkan terigu dengan air untuk bahan pelapis sebelum ketan di goreng.
  7. Celupkan ketan yang sudah dibentuk ke dalam bahan pelapis, lalu goreng dengan api sedang.

Leave a comment