Kiki dan Komplotannya – Arswendo Atmowiloto

Cerita serial Kiki dan Komplotannya karya Arswendo Atmowiloto ini selalu hadir mengunjungi para pembaca majalah remaja Hai pada tahun 1970-an. Bahkan pada tahun 1980-an, cerita serial ini diangkat ke layar kaca TVRI.

Kiki dan Komplotannya: Cles merupakan salah satu dari puluhan kisah serial Kiki dan Komplotannya yang telah diterbitkan PT Gramedia. Sepuluh cerita pendek (cerpen) dihimpun ke dalam buku ini. Sepuluh cerpen tersebut adalah “Rayuan tanpa Voorschot”, “Si Berantakan di Getzemani”, “Ralat Rayuan”, “Baju Berumus”, “Hukumam Tanpa Pipa”, “Ngidam Baikan”, “Belanga Sinting”, “Cles”, “Hukuman Salib”, dan “Jahitan Simbolis”. Beberapa gambar hitam-putih menyelingi cerpen-cerpen tersebut.

Kiki dan Komplotannya: Cles merupakan salah satu buku seri “Elang” terbitan Gramedia. Seri “Elang” terdiri atas berbagai buku cerita dari khazanah kesusastraan dunia dan Indonesia.

Buku ini pertama kali diterbitkan PT Gramedia, Jakarta, pada 1981.

Judul: Kiki dan Komplotannya: Cles
Penulis: Arswendo Atmowiloto
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: 80 Halaman
Dimensi: 12,5 x 18 Cm
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 1981


Kiki dan Komplotannya: Jadwal Rindu
by Arswendo Atmowiloto

Rindu bisa dibuat jadwal. Bagi Alex tak ada yang tak mungkin. Satu lirikan Uun bisa berarti 200 juta rupiah kontan. Kisah cinta legendaris Uun dan Alex disimbulkan dengan R. R tanpa akhir. Cuma sayang memang: kenangan tak bisa dicetak, karena tak ada negatifnya. Mana ada kenangan cinta yang negatif bagi Alex dan Uun?

Itu semua hanyalah bagian kecil dari ulah Mami. Kalau ia ingin Kiki kuliah, ia bikin sekolah sendiri. Lengkap segala fasilitasnya. Tapi nampaknya Kiki lebih suka tetap seperti sediakala: baik rambutnya, kaus oblongnya, maupun pilihannya: Kuliah nggak, nganggur nggak, mogok juga nggak.

Ini adalah buku terakhir dari serial Kiki & komplotannya yang pernah nyelonong ke layar TVRI, sebagai serial pertama dari pemeran pakai seragam sekolah.

Bagi Kiki, dan juga Komplotannya, terakhir atau pertama sama saja. Seperti rindu, itu semua bisa dibuatkan jadwalnya.

Original title: Kiki dan Komplotannya: Jadwal Rindu
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 72 pages, Paperback
Published: January 1, 1985 by PT Gramedia


Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 100 pages, Paperback
Published: January 1, 1979 by Gramedia
Language: Indonesian

Original title: Kiki Dan Komplotannya: Kencan Di Makam
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 103 pages, Paperback
Published: January 1, 1981 by PT. Gramedia

Original title: Kiki dan Komplotannya: Kemping ke Kampung
Series: Kiki dan Komplotannya, Roman Remaja (Manja)

Format: 61 pages, Paperback
Published: January 1, 1979

“Neraka macam apa yang ada di kepala kalian semua,” teriaknya melejit bagai jarum pentul menusuknusuk telinga. Ditambah dengan gayanya yang angkuh, serta sorot mata yang siap melabrak apa saja. Guru Galak nampak bagai hansip menemukan pencuri ayam. (Guru Galak di episode “Porno Itu Peristiwa Kimia).

Original title: Kiki dan Komplotannya: Porno Itu Peristiwa Kimia
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 112 pages, Paperback
Published: January 1, 1980 by Gramedia

Original title: Kiki Dan Komplotannya: Rindu Adalah Doa
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 128 pages, Paperback
Published: January 1, 1981 by PT. Gramedia

Original title: Kiki dan Komplotannya: Hidup Pak Guru, Cacing Pun Ogah Tulangmu
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 108 pages, Paperback
Published: January 1, 1981 by Penerbit PT Gramedia

Original title: Kiki dan Komplotannya: Resiko Kandungan
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 72 pages, Paperback
Published: January 1, 1981 by Gramedia

Original title: Kiki dan Komplotannya: Kalau Mami Kuliah
Series: Kiki dan Komplotannya

Format: 128 pages, Paperback
Published: January 1, 1985 by Gramedia Pustaka Utama

Original title: Kiki dan Komplotannya: Kartini Bukan Konde
Series: Kiki dan Komplotannya, Roman Remaja (Manja)

Format: 59 pages, Paperback
Published: January 1, 1980 by Gramedia


About the author
Arswendo Atmowiloto

Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!

Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.

Leave a comment