
sumber: wikipedia
Sindrom usus bocor adalah kondisi hipotetis dan tidak diakui secara medis yang berbeda dari fenomena ilmiah peningkatan permeabilitas usus yang umumnya dikenal sebagai “usus bocor”. Klaim tentang keberadaan “sindrom usus bocor” sebagai kondisi medis yang berbeda sebagian besar datang dari ahli gizi dan praktisi pengobatan alternatif . Para pendukung mengklaim bahwa “usus bocor” menyebabkan peradangan kronis di seluruh tubuh yang mengakibatkan berbagai macam kondisi, termasuk ensefalomielitis mialgik/sindrom kelelahan kronis , artritis reumatoid , lupus , migrain , sklerosis multipel , dan autisme. Ada sedikit bukti yang mendukung hipotesis ini.
Stephen Barrett telah menggambarkan “sindrom usus bocor” sebagai diagnosis yang tidak masuk akal dan mengatakan bahwa para pendukungnya menggunakan kondisi yang dituduhkan tersebut sebagai kesempatan untuk menjual sejumlah pengobatan kesehatan alternatif – termasuk diet, sediaan herbal, dan suplemen makanan. Para pendukung pseudosains telah mengklaim bahwa masuknya protein melalui usus yang “bocor” adalah penyebab autisme. Bukti untuk klaim bahwa usus bocor menyebabkan autisme lemah dan saling bertentangan.
Para pendukung menawarkan berbagai pengobatan untuk “sindrom usus bocor”, seperti suplemen makanan , probiotik , pengobatan herbal, makanan bebas gluten , dan diet rendah FODMAP , rendah gula, dan/atau antijamur, tetapi hanya ada sedikit bukti bahwa pengobatan yang ditawarkan bermanfaat. Tidak ada yang telah diuji secara memadai untuk menentukan apakah mereka aman dan efektif untuk tujuan ini. Institut Nasional Inggris untuk Kesehatan (National Institute for Health and Care Excellence) tidak merekomendasikan penggunaan diet khusus apa pun untuk mengelola gejala utama autisme atau sindrom usus bocor.

sumber: hellosehat.com
Sindrom usus bocor merupakan kondisi pada saluran pencernaan yang bisa menimbulkan sejumlah keluhan tertentu. Uniknya, kondisi ini belum diakui secara medis, bahkan disangkal oleh banyak ahli kesehatan. Mengapa demikian? Apa itu sindrom usus bocor?
Sindrom usus bocor (leaky gut syndrome) adalah kondisi bakteri dan racun dari saluran pencernaan memasuki aliran darah lewat celah pada dinding usus, sehingga menimbulkan peradangan. Dinding usus mengatur apa saja yang boleh memasuki aliran darah dan dikirim menuju organ-organ.
Dalam dinding usus, terdapat celah ketat yang mencegah keluarnya bakteri dan racun dari saluran cerna menuju aliran darah. Jika celah ini longgar, bakteri dan zat-zat berbahaya dari saluran cerna bisa menembus dinding usus. Hal ini dapat memicu reaksi kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan.
Di dunia medis, leaky gut syndrome lebih dianggap sebagai teori daripada penyakit. Hal ini karena belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung sindrom usus bocor sebagai kondisi medis yang terpisah. Penelitian masih terbatas dan sering kali tidak memberikan hasil yang konsisten.
Selain itu, banyak penelitian yang menyebutkan kondisi ini terkait dengan berbagai kondisi, seperti sindrom iritasi usus besar, depresi, hingga autisme. Hasil yang tidak konsisten ini menyulitkan untuk membedakan sindrom usus bocor sebagai kondisi medis yang berdiri sendiri.
Gejala sindrom usus bocor
Orang yang mengalami gangguan usus ini mungkin akan menunjukkan gejala:
- diare, sembelit, atau perut kembung terus-menerus,
- pusing, kebingungan, atau susah berkonsentrasi,
- masalah kulit seperti jerawat, ruam, atau eksim,
- cepat lelah,
- sakit kepala, dan
- nyeri sendi.
Penyebab dan faktor risiko sindrom usus bocor
Kebocoran dinding usus ada kaitannya dengan protein yang disebut zonulin. Ini adalah satu-satunya protein yang mengatur sistem penyaringan pada dinding usus. Bila protein ini aktif, orang-orang yang rentan akan lebih berisiko mengalami sindrom usus bocor.
Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan berbagai gejala yang juga ditemukan dalam kondisi lain, seperti penyakit celiac, sindrom iritasi usus (IBS), atau penyakit radang usus (IBD).
Kondisi ini juga diyakini menjadi awal mula sindrom kelelahan kronis, masalah kulit, migrain, hingga kelainan kelenjar tiroid.
Salah satu penelitian dalam jurnal Clinical Psychopharmacology and Neuroscience bakteri menyebutkan bahwa bakteri usus dalam darah ada kaitannya dengan risiko depresi.
Hal ini terjadi karena bakteri usus dapat menghasilkan dan mengirimkan zat seperti serotonin (hormon yang mengatur rasa bahagia) ke dalam sistem saraf.
Ada pula dugaan bahwa bakteri usus menyebabkan multiple sclerosis, fibromyalgia (rasa nyeri pada seluruh badan), bahkan autisme.
Ada beberapa faktor yang diyakini meningkatkan risiko kebocoran dinding usus, antara lain sebagai berikut.
- Konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
- Konsumsi alkohol secara berlebihan.
- Pola makan tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa.
- Kekurangan vitamin A, vitamin D, dan zink.
- Stres berkepanjangan.
- Jumlah bakteri baik pada usus lebih sedikit dibandingkan bakteri jahat.
- Peradangan jangka panjang pada tubuh.
- Pertumbuhan jamur ragi pada usus yang tidak terkendali.
Selain berbagai faktor tersebut, Anda juga lebih berisiko mengalami kondisi ini bila menderita diabetes, penyakit celiac, atau irritable bowel syndrome (IBS). Pasalnya, penyakit-penyakit tersebut membuat dinding usus lebih rentan membentuk celah.
Diagnosis sindrom usus bocor
Diagnosis sindrom usus bocor belum diakui secara luas dalam medis karena kurangnya bukti ilmiah yang kuat. Namun, beberapa pendekatan yang bisa dilakukan meliputi yaitu sebagai berikut.
- Tes urine, mengukur permeabilitas usus dengan menganalisis penyerapan dan ekskresi gula tertentu.
- Tes darah, mendeteksi tanda-tanda peradangan atau keberadaan zat yang tidak biasanya masuk ke aliran darah.
- Biopsi jaringan, memeriksa secara mikroskopis sampel jaringan usus untuk melihat kerusakan atau perubahan struktur seluler.
- Endomikroskopi konfokal, visualisasi mikroskopis langsung dari lapisan usus untuk mendeteksi kerusakan atau peningkatan permeabilitas.
Pengobatan sindrom usus bocor
Pengobatan sindrom usus bocor diterapkan untuk memperbaiki kesehatan pencernaan dan mengurangi gejalanya. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil.
- Mengonsumsi suplemen, seperti probiotik, prebiotik, L-glutamine, zinc, dan vitamin D.
- Manajemen stres, seperti teknik relaksasi dan olahraga teratur.
- Konsumsi obat antibiotik, antijamur, atau antiinflamasi.
- Makan makanan kaya serat dan makanan fermentasi.
Pencegahan sindrom usus bocor
- Membatasi asupan makanan manis, sebab bakteri usus tumbuh dengan subur ketika Anda mengonsumsi banyak gula.
- Mengonsumsi makanan mengandung probiotik seperti yoghurt, kimci, dan kombucha. Makanan yang kaya probiotik bisa memicu pertumbuhan bakteri baik.
- Mengonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga keseimbangan bakteri dan melancarkan pencernaan.
- Tidak meminum obat pereda nyeri secara terus-menerus. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Leaky gut syndrome adalah masalah kesehatan yang masih menjadi misteri. Sebagian ahli meyakini adanya kondisi ini, tapi tidak sedikit pula yang menyangkalnya. Walau demikian, gangguan pada dinding usus merupakan masalah kesehatan nyata yang dapat dialami siapa saja. Ini sebabnya setiap orang perlu menjaga kesehatan pencernaannya dengan mengikuti pola makan yang sehat.
Ringkasan
- Sindrom usus bocor adalah kondisi ketika bakteri dan racun dari saluran pencernaan memasuki aliran darah lewat celah dinding usus. Uniknya, kondisi ini belum diakui secara medis dan bahkan disangkal oleh banyak ahli kesehatan.
- Gejalanya yaitu diare, sembelit, perut kembung, pusing, cepat lelah, dan sakit kepala.
- Penyebabnya yaitu aktifnya protein onulin, yaitu protein yang mengatur sistem penyaringan pada dinding usus

One thought on “Sindrom Leaky Gut – Usus Bocor”