
sumber: kompas.com
Ada banyak teknik memasak daging yang dilakukan guna mendapatkan tekstur daging yang empuk. Mulai dari cara alami yang membutuhkan waktu cukup lama, hingga cara instan yang waktu kerjanya termasuk singkat.
Salah satu teknik memasak yang dilakukan yaitu sous vide (baca: suviid). Sederhananya sous vide ialah metode memasak dengan cara memasukkan daging ke dalam plastik vakum dan direndam di dalam air bersuhu rendah.
Proses perendaman daging ini dilakukan di dalam alat khusus berisi air yang berputar secara konsisten. Alat tersebut bernama sirculator. Suhu air yang digunakan untuk merendam daging ini berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Ada yang menggunakan suhu 62 derajat celsius dan ada juga yang menggunakan suhu 58 derajat celsius.
Waktu perendaman daging di dalam sirculator pun disesuaikan dengan kebutuhan serta ketebalan daging yang direndam. Biasanya dilakukan mulai dari satu jam bahkan hingga tiga hari. Proses perendaman ini memungkinkan mengurai semua enzim yang ada di dalam daging.
Selain dapat mengempukkan daging, teknik sous vide juga dapat menghasilkan warna daging yang bagus. Tidak hanya itu, daging yang sebelumnya diempukkan di dalam sirculator pun berpeluang lebih cepat matang saat dipanggang, dibanding dipanggang dalam keadaan mentah.
Tujuan teknik sous vide dilakukan yaitu untuk menjaga kelembapan daging dan menghasilkan daging yang matang merata. Teknik ini dilakukan supaya jus daging masih berkumpul di dalam daging dan menjaga kualitasnya.
