Nugie – Burung Gereja
Melayang sehelai bulu rapuhnya
Menunduk paruhnya seakan meratap
Sanggupkah diriku berkicau menyambut pagi, oh
Melonjak tergesa ke dahan cemara
Teringat anaknya yang belajar terbang
Melanjutkan tugasnya mewarnai bumi
Berhembuslah anginku, bawa kicauku
Bergoyanglah daunku, iringi kepakanku
Berhembuslah anginku, bawa kisahku
Bergoyanglah daunku, iringi kebebasanku
Menutup matanya dan terbang merendah
Menghindari segumpal awan menghitam
Akankah ‘ku sanggup cerahkan langit
Berhembuslah anginku, bawa kicauku
Bergoyanglah daunku, iringi kepakanku
Berhembuslah anginku, bawa kisahku
Bergoyanglah daunku, iringi kebebasanku
Hoo-oo, oo-ho
Sanggupkah diriku berkicau menyambut
Berhembuslah anginku, bawa kicauku
Bergoyanglah daunku, iringi kepakanku
Berhembuslah anginku, bawa kisahku
Bergoyanglah daunku, iringi kebebasanku
Oo-hoo-oo
Oo-hoo-oo
Berhembuslah anginku bawa kicauku
Penulis lagu: Gusti Nugroho Agustinus/Nugie

sumber: wikipedia
Agustinus Gusti Nugroho (lahir 31 Agustus 1971), lebih dikenal dengan mononim Nugie atau Gusti Embut adalah seorang aktor dan penyanyi Indonesia. Ia dikenal luas sebagai salah satu drumer di grup musik The Dance Company bersama Ariyo Wahab, Baim, dan Pongki Barata.
Karier
Nugie mengawali kariernya dengan memenangkan kompetisi bernyanyi anak tingkat nasional pada 1984. Ia merilis album trilogi pertamanya pada 1995, yakni Bumi. Dilanjutkan dengan Air pada 1996, dan Udara pada 1998.
Nugie juga menjadi vokalis grup musik ALV, yang terdiri atas Joe (gitaris), Alex Kuple (basis), Nito Septian (gitaris), dan Gerry Herb (drumer). Mereka telah lama berkenalan sejak Nugie masih menjadi penyiar di radio Suara Kejayaan di Jakarta, yang kemudian seluruh personel nya menjadi grup pengiring selama Nugie masih bersolo karier. Pada November 2000, album perdana yang bertitel ALV dirilis dengan mengandalkan lagu “Tak Kasat Mata”. Album ini tidak begitu sukses di pasar, meski tidak gagal total. Akhirnya, ALV merilis album kedua pada 2003 bertajuk Senyawa Hati. Salah satu singel dalam album ini adalah “Terancam Punah”. Seperti judul tersebut, ALV memutuskan bubar pada 2 Juni 2003.
Selepas ALV bubar, Nugie kemudian merilis album keempatnya berjudul Bahagia di tahun 2004, dan tidak lagi melibatkan personel ALV yang sempat menjadi pengiring dari Nugie. Kemudian pada tahun 2009, Nugie bergabung ke dalam sebuah grup musik bernama The Dance Company bersama Ariyo Wahab, Pongki Barata, dan Ibrahim Imran dengan menelurkan 2 singel, yaitu “Papa Rock ‘n Roll” dan “Coba Kau Bayangkan”. Pada 2010, The Dance Company mengeluarkan album khusus anak-anak, yakni TDC for Kids dengan singel andalan “Tebak Suara” dan “Anak Indonesia”. Di The Dance Company juga Nugie menggunakan nama alias Gus Embut.
WWF, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengangkat Nugie menjadi suporter kehormatan dan juga salah satu duta mereka.
Album
Pancasila Senjataku! (1985)
Bumi (1995)
Air (1996)
Udara (1998)
Bahagia (2004)
Bumi adalah album perdana dari penyanyi Nugie sebagai penyanyi dewasa (sebelumnya merilis album sebagai penyanyi cilik) yang dirilis pada tahun 1995. Salah satu lagu yang menjadi hits pada album ini adalah lagu Tertipu.
Daftar lagu
- Tertipu
- Putri
- Si Badung
- Lelah
- Kucing Kecil
- Bola Volley
- Kecewa
- Saat Itu
- Curiga
Air adalah album musik kedua karya Nugie yang dirilis pada tahun 1996 dengan Teman Baik dan Burung Gereja sebagai single.
Daftar lagu
- Hormati Aku
- Teman Baik
- Loni
- Air
- Tanpa Komentar
- Bilakah
- Kamar Tidur
- Peri
- Misunderstood
- Burung Gereja
Udara adalah album musik ketiga karya Nugie dengan Crayon dan Pembuat Teh sebagai single. Album ini dirilis pada tahun 1998.
Daftar lagu
- Pembuat Teh
- Cerita Ayah
- Manusiawi
- Pelukis Malam
- Manusia Pagi
- Yale Yale
- Suasana
- Aku Terbang
- Crayon
- Dunia Dalam Ruang
