
sumber: IG bpk3sumbar
Anyang Rawan merupakan olahan makanan yang berasal dari tulang rawan sapi, lalu dicampurkan dengan kelapa parut dan bumbu-bumbu seperti kelapa sangrai giling (bumbu rendang), cabai giling, bawang merah-putih halus, perasan jeruk nipis, irisan daun jeruk dan daun kunyit, serta garam.
Tulang rawan sapi yang diolah berasal dari bagian kepala, seperti lidah, tulang hidung, telinga, bibir, dan tulang sapi yang masih muda. Agar menjadi Anyang Rawan semua bagian tulang rawan ini mesti direbus sampai benar-benar empuk.
Anyang Rawan merupakan kuliner khas dari Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Sebagai warisan leluhur sepantasnya pula kemudian kuliner tradisional ini terus diwariskan sehingga tetap dikenal oleh generasi muda di masa mendatang.
Resep Anyang Rawan
Bahan
- 1/2 kg Tulang rawan sapi
- Bumbu rendang
- 1 butir Kelapa Muda, diparut
- Daun Jeruk, diiris-iris
- Jeruk Nipis
- Secukupnya garam
- Cabe Rawit
- Cabai giling
- Bawang merah
Cara Membuat
- Rebus tulang rawan sapi
- Sambil menunggu rebusan, haluskan bawang merah dan cabai merah serta cabai rawit.
- Siapkan kelapa parut muda, lalu campurkan kelapa parut dan daun jeruk yang sudah diiris kedalam rebusan tulang rawan sapi.
- Kemudian tambahkan bumbu rendang dan perasan jeruk nipis. Jeruk nipis digunakan untuk menghilangkan bau amis.
- Beri garam secukupnya. Aduk hingga rata. Cek rasa.
sumber: Langgam.id
Salah satu kuliner khas yang cukup diminati pada bulan Ramadan di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) bernama Anyang Rawan. Nama yang cukup asing di telinga kaum millennial tapi tidak pada generasi sebelumnya.
Anyang rawan adalah makanan asli dari daerah Seberang Padang, Kota Padang dan hanya bisa ditemui ketika Ramadan tiba. Anyang secara bahasa berarti makanan mentah yang dibumbui.
Kuliner ini sudah ada sejak lama. Selain jadi teman nasi sebagai lauk, juga bisa jadi camilan kala berbuka. Anyang Rawan adalah penganan yang dibuat dari bagian kepala sapi, seperti lidah, tulang hidung, telinga, bibir, dan tulang sapi yang masih muda.
Pedagang Anyang Rawan, Emi (67) mengaku telah lebih 30 tahun menjual panganan ini. Saat ditemui di rumahnya di Seberang Padang Selatan II, Kecamatan Padang Selatan, Emi terlihat sedang merebus bahan tersebut. Sambil menunggu rebusan selesai, ia mempersiapkan parutan kelapa kemudian mencampurnya dengan cabai merah yang sudah digiling.
Setelah rebusan masak, semua bahan tersebut diaduk. Guna menambah sensasi segar, dimasukkan potongan jeruk nipis. Untuk satu kotak kecil Anyang rawan dijual Rp6 ribu.
Menurut Emi, dalam sehari dia mampu membuat sekitar 15 kilogram anyang rawan. “Selain dijual di rumah, kita juga masukkan ke Pasar Pabukoan. Biasanya sebelum jam 5 sore sudah habis,” ujar Emi.
Menurut Emi, kendala pada bulan Ramadan yaitu pasokan bahan dari penjual daging berkurang.
“Kalau bulan puasa orang kurang menyembelih, tapi permintaan bahan meningkat karena banyaknya pembuat Anyang Rawan musiman,” kata dia.
Tingginya minat masyarakat terhadap kuliner ini pada bulan Ramadan memang dimanfaatkan masyarakat. Kalau pada hari biasa sangat sulit mendapatkan Anyang Rawan. Khusus bulan Ramadan dapat dijumpai di sepanjang Pasar Ramadan, Kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan.
