Perempuan dan Penyakit Autoimun

sumber: rubicnews

Gabor Maté, seorang dokter dan penulis terkenal, mengaitkan penyakit autoimun dengan pengalaman masa kecil yang traumatis, serta stres kronis. Ia berpendapat bahwa trauma dan stres dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, menyebabkan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri, yang merupakan ciri khas penyakit autoimun. 

Berikut beberapa poin penting dari pandangan Gabor Maté mengenai penyakit autoimun:

  • Trauma dan Stres: Maté percaya bahwa pengalaman traumatis di masa lalu, seperti pelecehan atau kehilangan, dapat menjadi faktor risiko utama dalam perkembangan penyakit autoimun. Stres kronis juga dapat memicu atau memperburuk kondisi ini. 
  • Keterkaitan Pikiran dan Tubuh: Maté menekankan bahwa pikiran dan tubuh saling terhubung, dan pengalaman emosional dapat berdampak pada kesehatan fisik. Ia berpendapat bahwa penyakit autoimun adalah manifestasi fisik dari pengalaman emosional yang terpendam atau tidak terselesaikan. 

Penyembuhan Holistik:

Maté menganjurkan pendekatan holistik dalam penyembuhan penyakit autoimun, yang melibatkan pemahaman dan penyelesaian trauma emosional, serta pengelolaan stres. Ia percaya bahwa dengan mengatasi akar masalah emosional, seseorang dapat memulihkan keseimbangan tubuh dan mengurangi gejala penyakit autoimun. 

Penyakit Bukan Takdir:

Maté menolak pandangan bahwa penyakit autoimun adalah takdir yang tidak dapat diubah. Ia percaya bahwa dengan kesadaran, dukungan, dan perubahan gaya hidup, seseorang dapat memengaruhi perjalanan penyakitnya dan meningkatkan kualitas hidup. 

Penting untuk dicatat bahwa pandangan Gabor Maté tidak selalu sejalan dengan pandangan medis konvensional. Meskipun penelitian tentang hubungan antara trauma, stres, dan penyakit autoimun terus berkembang, pendekatan holistik yang dianjurkan Maté menawarkan perspektif yang berbeda dan berpotensi bermanfaat bagi individu yang mencari penyembuhan dan pemulihan dari penyakit autoimun. 

Wanita memang lebih rentan terhadap penyakit autoimun dibandingkan pria, dengan sekitar 78% penderita autoimun adalah wanita. Hal ini diduga karena sistem kekebalan tubuh wanita yang lebih kuat dan kompleks, yang terkadang dapat menyebabkan kesalahan dalam menyerang sel tubuh sendiri. 

Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan wanita lebih rentan terhadap penyakit autoimun: 

  • Sistem Kekebalan Tubuh: Wanita memiliki sistem kekebalan tubuh yang cenderung lebih reaktif dan kuat, yang dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam mengenali dan menyerang sel tubuh sendiri. 
  • Hormon: Perubahan hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause dapat memicu atau memperburuk gejala penyakit autoimun. 
  • Genetik: Faktor genetik juga berperan, dan beberapa penyakit autoimun cenderung diturunkan dalam keluarga. 
  • Faktor Lingkungan: Paparan terhadap faktor lingkungan tertentu, seperti infeksi atau polusi, juga dapat memicu penyakit autoimun pada wanita. 

Penyakit autoimun yang umum pada wanita:

  • Lupus: Penyakit yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk sendi, kulit, ginjal, dan otak. 
  • Rheumatoid Arthritis: Peradangan sendi yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kekakuan. 
  • Multiple Sclerosis (MS): Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan berbagai gejala seperti kelemahan, masalah penglihatan, dan kesulitan berjalan. 
  • Penyakit Radang Usus (IBD): Melibatkan peradangan pada saluran pencernaan, menyebabkan diare, nyeri perut, dan gejala lainnya. 
  • Diabetes Tipe 1: Sistem kekebalan menyerang sel penghasil insulin di pankreas. 

Penting untuk diingat:

  • Gejala penyakit autoimun bisa sangat beragam dan mirip dengan penyakit lain, sehingga diagnosis yang tepat sangat penting. 
  • Penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikelola dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. 
  • Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan. 
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti diet seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stres, dapat membantu mengelola penyakit autoimun. 

Leave a comment