Ramadan isn’t a Start Button

Ramadan isn’t a Start Button
It’s a Harvest Season

sumber: IG sahabas__quotes

Ramadan adalah sebuah perjalanan pertumbuhan spiritual yang berkelanjutan yang membutuhkan
persiapan (pra-Ramadan) untuk disiplin yang berkelanjutan, karena memperlakukannya seperti “tombol mulai” akan menyebabkan kelelahan (“jatuh”) ketika ledakan energi awal memudar. Ramadan menekankan pada iman seumur hidup daripada lari cepat yang hanya sementara.

Ulama yang saleh mempersiapkan diri dengan membangun kebiasaan baik sebelum Ramadan untuk memastikan ibadah yang mendalam dan bermakna selama Ramadan, dengan fokus pada Al-Quran, sedekah, salat, dan kesehatan.

Ini Maraton, Bukan Lari Cepat
Memandang Ramadan sebagai “Tombol Mulai” menyiratkan upaya cepat yang tidak berkelanjutan untuk transformasi spiritual, dan menyebabkan kemerosotan spiritual.

Persiapan adalah Kunci
Kutipan tersebut merujuk pada praktik para ulama terdahulu yang mulai mempersiapkan diri berbulan-bulan sebelumnya (seperti bulan Rajab dan Sha’ban) untuk membangun momentum spiritual.

Fokus pada Konsistensi
Pengabdian sejati bukan hanya tentang ibadah yang intens di bulan suci, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan yang bertahan sepanjang tahun.

Bagaimana Para Cendekiawan Mempersiapkan Diri:

  • Kesiapan Spiritual: Memperkuat iman dan hubungan dengan Allah (SWT).
  • Kaitan dengan Al-Quran: Meningkatkan waktu yang dihabiskan untuk membaca dan merenungkan Al-Quran.
  • Amal & Kemurahan Hati: Meningkatkan pemberian dan perbuatan baik.
  • Shalat Sunnah: Meningkatkan shalat sunnah (Nawafil).
  • Kesehatan: Memastikan kesejahteraan fisik untuk mengelola puasa secara efektif.

Intinya merupakan pengingat diri untuk beralih dari rutinitas normal ke keadaan spiritual yang lebih tinggi secara bertahap dan sengaja, bukan secara tiba-tiba.

Bulan Rajab dan Sya’ban adalah persiapan penting sebelum Ramadhan, di mana Rajab diibaratkan sebagai bulan “menanam” amal dan Sya’ban bulan “menyiram”, sebagai latihan spiritual agar ibadah di Ramadhan lebih maksimal, dengan memperbanyak puasa sunnah, shalat, zikir, dan membersihkan diri dari dosa. Umat Islam memanfaatkan dua bulan ini untuk membangun kualitas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga siap menyambut bulan suci dengan jiwa yang bersih dan penuh semangat. 

Peran Masing-Masing Bulan:

  • Bulan Rajab: Bulan “menanam” kebaikan. Momen untuk memulai perubahan, membersihkan hati dari penyakit hati, dan memperbanyak ibadah sunnah seperti puasa dan sedekah sebagai fondasi.
  • Bulan Sya’ban: Bulan “menyiram” tanaman. Fokus pada latihan rohani, seperti memperbanyak puasa sunnah (seperti puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh), shalat, dan tilawah, serta memohon agar dipertemukan dengan Ramadhan. 

Amalan yang Dianjurkan:

  • Puasa sunnah: Untuk membiasakan diri berpuasa lebih intensif di Ramadhan.
  • Shalat sunnah & Zikir: Meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
  • Membaca Al-Qur’an & Sedekah: Mengisi hari-hari dengan kebaikan.
  • Taubat dan perbaikan diri: Menghapus dosa dan mempersiapkan hati yang bersih.
  • Berdoa: Khususnya doa untuk memohon keberkahan Sya’ban dan dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik. 

Dengan memanfaatkan Rajab dan Sya’ban, umat Muslim mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual untuk mendapatkan keberkahan penuh di bulan Ramadhan. 

Leave a comment