
sumber: Docquity
Manajemen farmakologi selama kehamilan menimbulkan tantangan klinis yang signifikan, terutama pada bidang bedah mulut dan kedaruratan dalam kedokteran gigi Memilih obat yang aman dan efektif sangat penting untuk menghindari potensi risiko bagi janin sambil tetap memastikan perawatan optimal bagi ibu hamil.
Tiga kelompok obat utama yang sering digunakan dalam praktik bedah mulut adalah:
- Analgesik untuk mengontrol nyeri pascaoperasi.
- Antibiotik untuk mengatasi dan mencegah infeksi.
- Anestesi lokal dan umum untuk prosedur pembedahan.
Pemilihan obat yang tepat harus mempertimbangkan kategori keamanan FDA, potensi efek samping, dan trimester kehamilan.
Analgesics: Mengelola Nyeri dengan Aman
Nyeri pasca tindakan adalah keluhan umum pada pasien hamil yang menjalani bedah mulut. Namun, tidak semua analgesik aman digunakan selama kehamilan.

Rekomendasi:
- Paracetamol adalah pilihan utama untuk nyeri selama kehamilan.
- NSAIDs hanya boleh digunakan hingga trimester kedua dan harus dihindari setelah 30 minggu.
- Opioid harus dihindari, kecuali dalam keadaan darurat dan di bawah pengawasan ketat.
Antibiotics: Mengatasi Infeksi Tanpa Risiko
Infeksi odontogenik dapat menyebabkan komplikasi serius selama kehamilan, sehingga antibiotik perlu diberikan dengan pertimbangan keamanan janin.

Rekomendasi:
- Amoxicillin dan Cefuroxime adalah pilihan utama untuk infeksi odontogenik selama kehamilan.
- Metronidazole aman setelah trimester pertama, tetapi hindari dalam jangka panjang.
- Tetrasiklin harus dihindari karena dampak buruk pada perkembangan gigi janin.
Anaesthetics: Menjaga Kenyamanan Tanpa Risiko
Anestesi lokal adalah pilihan utama dalam bidang bedah mulut selama kehamilan. Namun, perlu diperhatikan jenis agen anestesi dan konsentrasi epinefrin untuk menghindari efek sistemik yang dapat memengaruhi janin.

Rekomendasi:
- Lidocaine adalah pilihan utama untuk anestesi lokal dalam prosedur bedah mulut.
- Hindari Mepivacaine dan Bupivacaine, kecuali dalam prosedur tertentu dengan pengawasan ketat.
- Hindari anestesi umum, kecuali dalam situasi darurat.
Pedoman Umum Penggunaan Obat Selama Kehamilan
- Selalu pertimbangkan kategori keamanan FDA sebelum meresepkan obat.
- Gunakan dosis terendah yang efektif dan hindari terapi jangka panjang.
- Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan sebelum menggunakan obat kategori C atau D.
- Hindari semua obat yang memiliki efek teratogenik atau dapat mengganggu perkembangan janin.
Singkatan
FDA: U.S. Food and Drug Administration; LA: Local anaesthetic (Anestesi lokal); NSAIDs: Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (Obat antiinflamasi nonsteroid)
Referensi
Jadhav AN, G S, Siddiqui UH, Sharma M, Shaikh YI, Tarte PR. Protocol for management of pregnant patients requiring emergency minor oral surgical procedures: a prospective study in 52 patients. J Korean Assoc Oral Maxillofac Surg. 2023;49(1):21-29. doi:10.5125/jkaoms.2023.49.1.21.
FDA mengkategorikan obat untuk ibu hamil dengan sistem 5 kategori (A, B, C, D, X) berdasarkan tingkat risiko terhadap janin, di mana A adalah paling aman (studi terkontrol tidak menunjukkan risiko) dan X paling berbahaya (risiko jelas lebih besar dari manfaat, kontraindikasi), sementara B (aman pada hewan, tak cukup data manusia), C (risiko tak bisa dikesampingkan, manfaat vs risiko), dan D (risiko terbukti, manfaat mungkin lebih besar) berada di antaranya, dengan sistem ini terus diperbarui oleh FDA, namun kategori lama masih sering digunakan sebagai acuan.
Berikut penjelasan detailnya:
- Kategori A: Aman, tidak ada risiko terbukti pada studi manusia (contoh: Asam Folat, Vitamin B6, Vitamin C).
- Kategori B: Cukup aman, studi hewan tidak menunjukkan risiko, tapi data manusia terbatas (contoh: Amoksisilin, Parasetamol).
- Kategori C: Risiko tidak dapat dikesampingkan, obat digunakan jika manfaatnya lebih besar dari potensi risikonya (contoh: beberapa obat hipertensi, antidepresan).
- Kategori D: Ada bukti risiko pada janin manusia, tapi manfaat mungkin dapat diterima dalam situasi darurat atau penyakit serius (contoh: sebagian obat epilepsi).
- Kategori X: Sangat berbahaya, terbukti menyebabkan kelainan janin, kontraindikasi total (contoh: Simvastatin, Warfarin, beberapa jenis hormon).
Penting untuk diingat:
- Sistem ini adalah pedoman lama yang masih sering dipakai, namun FDA kini beralih ke sistem naratif yang lebih deskriptif pada label obat.
- Selalu konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun saat hamil, karena hanya dokter yang bisa menilai manfaat vs risiko untuk kondisi spesifik Anda.
