Tipe Rumah Art Deco di Kotagede

Rumah Pesik

sumber: budaya.jogjaprov.go.id

Tipe rumah Art Deco di Kotagede umumnya terwujud dalam gaya Rumah Kalang, yang merupakan perpaduan unik antara arsitektur Jawa tradisional (denah ruang seperti senthong, pendopo) dengan ornamen dan kesan mewah gaya Indisch (Eropa) yang dipengaruhi Art Deco dan Art Nouveau, ditandai dengan kaca patri berwarna, tegel bermotif, pilar bergaya Eropa, serta pintu dan jendela besar, mencerminkan kekayaan pedagang perak setempat. 

Ciri Khas Arsitektur Rumah Kalang (Art Deco Kotagede):

  • Perpaduan Gaya: Menggabungkan denah Jawa (seperti senthong, gandhok, pringgitan) dengan elemen dekoratif Eropa klasik dan modern.
  • Ornamen Art Deco: Penggunaan ornamen geometris, kaca patri berwarna-warni, dan motif abstrak yang mencerminkan gaya Art Deco dan Art Nouveau.
  • Material Mewah: Pemanfaatan tegel motif untuk lantai dan dinding bawah, serta material berkualitas tinggi lainnya.
  • Struktur Bangunan: Memiliki tiang-tiang megah bergaya Korintus-Romawi atau pilar berumpak, serta banyak pintu dan jendela besar.
  • Tata Ruang: Mengikuti tata ruang bangsawan Jawa, namun dengan sentuhan kemewahan yang mencerminkan status sosial pemiliknya (keluarga Kalang). 

Tipe rumah Art Deco di Kotagede terkenal banyak jendela besar, seringkali berhias kaca patri warna-warni, karena merupakan perpaduan gaya Eropa dan Jawa klasik, khususnya pada bangunan “Rumah Kalang” seperti Museum Kotagede, yang menampilkan ornamen geometris dan flora-fauna khas Art Deco namun tetap mempertahankan tata ruang Jawa dengan banyak pintu dan jendela untuk pencahayaan alami. Jendela-jendela ini penting untuk sirkulasi dan estetika, mencerminkan kemewahan dan perpaduan budaya yang unik di kawasan cagar budaya ini. 

Ciri-ciri Umum Rumah Art Deco Kotagede:

  • Banyak Jendela dan Pintu Besar: Kebutuhan akan cahaya dan sirkulasi udara di iklim tropis mendorong penggunaan jendela dan pintu yang banyak serta berukuran besar.
  • Kaca Patri (Stained Glass): Jendela sering dihiasi kaca patri warna-warni dengan motif geometris atau flora, ciri khas Art Deco dan Art Nouveau.
  • Penggunaan Tegel Bermotif: Lantai dan bagian bawah dinding sering dilapisi ubin tegel dengan motif menarik.
  • Ornamen Flora dan Fauna: Hiasan pahatan kayu atau ornamen lain bergaya geometris yang distilasi dari alam, khas Art Deco.
  • Perpaduan Gaya: Menggabungkan unsur arsitektur Jawa (seperti tiang berumpak, tata ruang senthong) dengan sentuhan Eropa (Romawi-Corinthia pada tiang, gaya Art Deco/Nouveau pada ornamen). 

Contoh Terkenal:

  • Rumah Kalang BH Noerijah (Museum Kotagede): Berfungsi sebagai Museum Kotagede, menjadi contoh utama perpaduan ini, dengan ornamen Art Deco yang kaya dan tata ruang Jawa klasik. Menunjukkan perpaduan sempurna antara Jawa dan Eropa dengan banyak jendela kaca patri.
  • Rumah Pesik: Menunjukkan kombinasi arsitektur Jawa-Eropa dengan dominasi warna terang dan banyak ornamen, meskipun lebih condong ke gaya klasik yang lebih mewah. 

Jendela yang banyak pada rumah-rumah Art Deco di Kotagede bukan hanya fitur estetika, tetapi juga fungsional untuk pencahayaan dan ventilasi, mencerminkan perpaduan gaya klasik dan modern.

Secara umum, tipe rumah Art Deco di Kotagede bukanlah Art Deco murni seperti gedung pencakar langit di Barat, melainkan interpretasi lokal yang khas melalui Rumah Kalang, yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan tren desain internasional pada masanya. 

Rumah Kalang BH Noerijah (Museum Kotagede)

Leave a comment