
Pangulu Pucuak Bulek Nan Balimo diambil sekitar 1938, disimpan di rumah anak Datuak Bandaro di Pintu Kabun, Kurai Limo Jorong
src: berbagai sumber
Suku Pisang Kurai adalah bagian dari suku-suku besar di kawasan Kurai, Bukittinggi, Sumatera Barat, di mana “Pisang” adalah salah satu dari lima suku utama (Sikumbang, Pisang, Guci, Tanjung, Jambak) yang membentuk inti adat Kurai, yang diwakili oleh monumen Batu Kurai Limo Jorong, tempat para pemimpin adat bermusyawarah, dengan Datuak Yang Pituan dari suku Pisang sebagai salah satu tokoh pendirinya.
Asal-Usul dan Sejarah
- Identitas Adat Kurai: Kurai adalah wilayah adat di Bukittinggi yang memiliki sejarah dan sistem kepemimpinan adat yang kuat, berpusat pada lima suku besar.
- Pembentukan: Suku-suku ini dibentuk oleh lima Inyiak (datuk) besar, salah satunya adalah Inyiak Datuak Yang Dipituan dari suku Pisang.
- Batu Kurai Limo Jorong: Lima batu besar ini menjadi saksi bisu dan tempat pengambilan keputusan adat yang melambangkan persatuan suku-suku Kurai, termasuk suku Pisang.
Peran Suku Pisang dalam Adat Kurai
- Pemimpin Adat: Suku Pisang memiliki perwakilan penghulu adat (Datuk) yang memegang peranan penting dalam sistem pemerintahan tradisional Kurai.
- Contoh Pemimpin: Inyiak Datuak yang Pituan adalah tokoh penting dari suku Pisang yang turut membentuk Kurai.
- Simbol Musyawarah: Keberadaan suku Pisang di antara lima suku inti menunjukkan peran sentralnya dalam menjaga adat dan musyawarah di wilayah tersebut, seperti yang tercatat dalam tambo dan cerita lisan setempat.
Jadi, “Suku Pisang Kurai” merujuk pada suku Pisang sebagai salah satu dari lima suku pendiri wilayah adat Kurai di Bukittinggi.
Sedangkan di Tanah Datar, Suku Sipisang (disebut juga suku Pisang) adalah salah satu suku/marga Minangkabau yang banyak ditemui di Batipuh X Koto. Bagi masyarakat Batipuh Selatan, Tanah Datar suku Pisang merupakan pecahan dari suku Tanjung.
Penjelasan Lebih Lanjut:
Limo Jorong (Lima Jorong) merujuk pada lima wilayah adat utama di Nagari Kurai, yaitu Tigo Baleh, Guguk Panjang, Aur Birugo, Mandiangin, dan Koto Selayan, yang masing-masing dipimpin oleh tokoh adatnya. Sedangkan Batu Kurai Limo Jorong merupakan lima batu alam yang menjadi simbol kekuatan musyawarah dan tempat pengambilan keputusan adat bagi kelima jorong tersebut.
Lima Penghulu Pucuk (Pangulu Pucuak Nan Balimo):
- Datuk Bandaro (Suku Guci)
- Datuk yang pituan (Suku Pisang)
- Datuk Sati (Suku Sikumbang)
- Datuk Raja Mantari (Suku Jambak)
- Datuk Raja Endah (Suku Tanjuang)
Suku Pisang (Sipisang): Salah satu dari lima suku besar di Kurai yang memiliki gelar adat “Datuk yang pituan”, menunjukkan peran pentingnya dalam tatanan adat Minangkabau di wilayah tersebut.
