
sumber: threads@healingbaitullah
Surat Al-Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 96 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Al-Waqiah terletak pada juz ke-27. Nama “Al-Waqiah” diambil dari lafaz dalam ayat pertama surat ini, yang berarti “hari kiamat.”
Meski memiliki tema tentang akhir zaman, surat Al-Waqiah tidak hanya berbicara kejadian-kejadian di hari akhir. Surat ini mengandung penjelasan tentang pahala yang akan diterima oleh orang-orang beriman yang taat serta ancaman bagi mereka yang ingkar.
Selain itu, surat Al-Waqiah juga menguraikan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dalam penciptaan manusia, alam, tumbuhan, api, dan berbagai sumber rezeki lainnya.
Kenapa Surat Al-Waqi’ah membahas kiamat, tetapi dikaitkan dengan rezeki? Karena cara Al-Qur’an membenahi rezeki bukan lewat angka, tapi lewat cara pandang hidup. Al-Waqi’ah meruntuhkan ilusi kepemilikan. Surat ini bicara keras tentang hari akhir bahwa manusia dibagi, amal ditimbang, dunia runtuh.
Diharapkan efeknya bagi kita:
➡️ sadar bahwa rezeki bukan hasil murni usaha
➡️ hati tidak menggantung pada dunia
Dan hati yang tidak menggenggam dunia terlalu erat, biasanya lebih lapang menerima rezeki.
Rezeki sering macet karena hati terlalu takut miskin Al-Waqi’ah membongkar ketakutan terbesar manusia, yaitu takut kehilangan. Saat rasa takut itu dikikis, orang lebih berani melangkah, mengambil peluang, dan berbagi. Secara psikologis: rasa takut turun → mental naik → peluang terbuka.
Al-Waqi’ah melatih mindset “akhirat dulu” Ironisnya, orang yang fokus akhirat justru sering lebih rapi urusan dunianya. Karena: – hidupnya terarah – tidak mudah panik – tidak reaktif terhadap masalah dan rezeki menyukai orang yang tenang.
Disebutkan dalam sebagian riwayat: “Barangsiapa membaca Surat Al-Waqi’ah setiap malam, ia tidak akan ditimpa kefakiran.” Ulama menjelaskan: bukan jaminan kaya instan, tapi dijaga dari mental dan kondisi yang membawa pada kefakiran. Al-Waqi’ah bukan surat “pemanggil uang”. Tapi surat yang mematikan keserakahan dan ketakutan. Saat dua hal tersebut mati, rezeki biasanya hidup. Insya Allah 🧡
Terjemahan surat Al Waqiah
- Apabila terjadi hari kiamat
- tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
- (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
- apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
- dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
- maka jadilah ia debu yang beterbangan,
- dan kamu menjadi tiga golongan.
- Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
- Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
- Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
- Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
- Berada dalam jannah kenikmatan.
- Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
- dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
- Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,
- seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
- Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
- dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,
- mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
- dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
- dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
- Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,
- laksana mutiara yang tersimpan baik.
- Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
- Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
- akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
- Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
- Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
- dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
- dan naungan yang terbentang luas,
- dan air yang tercurah,
- dan buah-buahan yang banyak,
- yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
- dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
- Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
- dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
- penuh cinta lagi sebaya umurnya.
- (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
- (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
- dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
- Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
- Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih,
- dan dalam naungan asap yang hitam.
- Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
- Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.
- Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
- Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?
- apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?”
- Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
- benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
- Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
- benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
- dan akan memenuhi perutmu dengannya.
- Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
- Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
- Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”.
- Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
- Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
- Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
- Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
- untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
- Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
- Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
- Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
- Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.
- (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian”,
- bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.
- Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
- Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?
- Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
- Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).
- Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
- Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir
- Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.
- Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
- Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
- Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
- pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
- tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
- Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.
- Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
- kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
- Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
- padahal kamu ketika itu melihat,
- dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
- maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
- Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
- adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
- maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.
- Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
- maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
- Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
- maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
- dan dibakar di dalam jahannam.
- Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
- Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.
Shadaqallahul ‘Adzim. Maha benar Allah dengan segala firmannya.
