
src: siroum.pom.go.id
Tanaman Lenjuang atau lebih tepatnya Hanjuang (khususnya Hanjuang Merah atau Cordyline fruticosa) merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat populer ditanam di area pemakaman atau kuburan di Indonesia. Sebagai peneduh dan penghias makam karena hanjuang merah memiliki warna yang mencolok dan bentuknya yang indah. Tanaman ini memberikan suasana asri dan terawat pada makam.
Tanaman hanjuang juga bermanfaat sebagai pembatas makam. Dalam tradisi Sunda dan masyarakat lainnya, tanaman hanjuang sering difungsikan sebagai pembatas lahan, termasuk pembatas antar makam atau pagar makam. Keberadaan hanjuang di makam berkaitan dengan nilai budaya dan tradisi turun-temurun, di mana tanaman ini dianggap memiliki daya tahan yang baik.
Andong, poufori, pohon ti atau hanjuang (Cordyline fruticosa) adalah tanaman hias dari keluarga Asparagaceae, yang berasal dari austronesia, Asia Tenggara dan Oseania. Tanaman ini secara lokal dikenal sebagai tanaman andong, pohon ti, atau hanjuang.
Tanaman andong berwarna hijau kemerah merahan atau hijau muda. Daunnya mengandung saponin, tanin, flavonoid, polifenol, steroida, polisakarida, kalsium oksalat dan zat besi. Tanaman ini dapat dijadikan sebagai obat wasir berdarah, nyeri lambung, nyeri ulu hati, TBC, dan haid tidak teratur.
Tanaman hanjuang memiliki penampilan daun yang cantik. Bentuk dan warna daun beraneka rupa tergantung jenis. Ada yang berdaun merah, hijau, putih, kuning, maupun kombinasi. Ada pula yang berdaun panjang, pendek, dan agak bulat. Secara umum
hanjuang berdaun tunggal. Panjang daun bisa mencapai 45 cm dan lebar 7,5—15 cm.
Hanjuang mempunyai tipe bunga majemuk dan berukuran kecil. Warna bunga kuning atau ungu muda. Bunga tersusun dalam tangkai yang panjangnya dapat mencapai 70 cm. Syarat tumbuh hanjuang adalah lokasi tanam teduh, bertanah gembur, dan berintensitas sinar matahari sedang. Perbanyakan hanjuang dilakukan dengan setek batang maupun memisahkan tunas yang tumbuh di bagian pangkal batang.
Hanjuang bisa ditanam sebagai elemen taman maupun tanaman hias dalam pot. Peletakan hanjuang pot di dalam ruangan dapat menjadi pilihan untuk mempercantik interior. Ujung atau tepi daun hanjuang dalam pot gampang kering saat disimpan di ruangan. Musababnya, tanaman tidak mendapatkan kelembapan cukup. Agar tanaman tak merana tambahkan kelembapan pada tanaman. Caranya masukkan tanaman beserta pot ke dalam pot lebih besar. Isi ruang antarpot dengan spaghnum moss. Pastikan bibir kedua pot harus sejajar, selanjutnya siram ruang antarpot sedikit demi sedikit. Cara itu cukup ampuh untuk meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman.
Nama lain
Nama daerah untuk tanaman Hanjuang atau Andong ini di antaranya adalah Bak Juang (Aceh), Linjuang (Minang), Tumjuang (Palembang), Hanjuang (Sunda), Andong (Jawa Tengah), Kayu Urip (Madura), Andong (Jakarta), Endong (Bali), Renjuang (Dayak), Endong (Nusa Tenggara), Tabango (Gorontalo), Palili (Makasar), Panjureng (Bugis), Daun Soi (Bare’e), dan Weluga (Ambon).
