Pemberontak yang Sukses

kutipan dari:
https://www.kompasiana.com/rawinah/55121db7813311c453bc60ec/pemberontak-yang-sukses

Orang tua yang hebat menghasilkan anak yang hebat

Saya teringat dengan seorang pemberontak yang lain, Miranda Risang Ayu. Saya membaca tulisan Miranda pada buku “Mencari Islam” yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan. Miranda saat itu seorang mahasiswi yang galau mencari jati diri, menjadi aktivis dan memutuskan untuk pindah agama. Ayahnya, Adrian Palar mempersilakan Miranda keluar dari rumah untuk hidup sesuai dengan keinginannya.

Tidak mudah membiayai hidup sendiri sambil kuliah. Namun Miranda membuktikan bahwa dia bisa lulus dari Fakultas Hukum Unpad, dan saat ini telah menjadi dosen fakultas hukum berprestasi. Miranda juga seorang penulis yang telah menerbitkan beberapa buku, seorang kolumnis dan seorang guru tari.

Saya kagum dengan orangtua Miranda, Adrian Palar dan Runi Palar. Ketika Miranda “tak-terkendali” sebagai aktivis mahasiswi yang galau, orangtuanya tidak menyekap Miranda dalam rumah untuk mematuhi keinginan orang-tuanya. Dengan mengusir putri kebanggaannya, Adrian telah membuat Miranda kuat dan gigih dalam hidup. Dan seiring dengan bertambahnya usia dan kearifan, hubungan Miranda dan orang-tuanya baik kembali.

Keberhasilan seseorang tentu tidak semata-mata karena dia seorang pemberontak, namun karena mereka tahu apa yang mereka mau. Mereka punya kehendak yang kuat (will power), pengetahuan (knowledge & skill) dan kerja keras (hard work).

Miranda punya knowledge dan skill yang bagus. Mendapat pendidikan dasar yang bagus dari orangtuanya. Miranda juga mendapatkan pendidikan dasar yang baik sebagaimana halnya anak dari kalangan menengah. Sejak kecil Miranda sudah dibawa ke sanggar tari oleh ibunya. Saat liburan, Miranda dikirim ke sanggar tari terkenal di Yogyakarta dan Ubud Bali. Pada usia muda Miranda sudah menjadi penari profesional dan penulis berbakat.

Will power, knowledge & skill, hard work menjadikan seorang pemberontak sukses, bukan gelar dan kepatuhan membabibuta. Bill Gates, Mark Zuckerberg, Steve Jobs tidak dilarang orangtuanya untuk drop out dari universitas bergengsi. Mungkin kepatuhan total pada orangtua perlu dipertimbangkan kembali. Walau rata-rata orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.