sumber: IG Sejarah Jogya

CIKAL BAKAL NAMA ‘SEWON’
Salah satu kecamatan (sekarang : kapanewon) tepat di selatan Kota Yogyakarta (berbatasan dengan Mantrijeron) adalah SEWON.
Karena merupakan daerah “kidul negara” -istilah zaman dahulu- Sewon juga menyimpan situs peninggalan Mataram Islam.
Misalnya keberadaan “Panggung Krapyak” atau oleh masyarakat sekitar disebut sebagai “Kandang Menjangan”, yang berada di Pedukuhan Krapyak Kulon, Desa Panggungharjo, Sewon. Pada Abad ke 17 kawasan ini merupakan sebagai tempat olahraga memanah kijang/menjangan dan sebagai tempat pertahanan (Sultan HB I – Panggung Krapyak 1760).
Nah, tahukah anda bahwa nama SEWON berasal dari kata “Sewu+an” atau tempat tinggalnya seseorang bernama “Sewu”.
Sewu disini merujuk kepada seorang penyebar agama Islam bernama Syekh Sewu.
Dari Dusun dimana Syekh Sewu tinggal, dengan masjid pusat dakwah Islam serta juga dimana ia dimakamkan inilah (Dusun Sewon) kemudian dinisbatkan sebagai Kecamatan Sewon.
Menurut penduduk setempat Syeh Sewu adalah salah seorang penyebar agama Islam. Ada satu versi yang menyatakan bahwa Syeh Sewu adalah orang yang berasal dari Tanah Arab yang datang ke Pulau Jawa dan kemudian bersama-sama dengan Syeh Maulana Maghribi, Syeh Belabelu, dan Syeh Damiaking menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa (wilayah Pantai Selatan Pulau Jawa, khususnya di kawasan Pantai Parangtritis, Parangkusuma, Karangbolong, dan Bantul pada umumnya). Makam ketiga syekh tersebut terletak di Parangtritis, Kretek, Bantul.
Catatan kraton Ngayogyakarta* menyebutkan Sewon sebagai salah satu”pamutihan” dg juru kunci, dimana selain masjid juga terdapat makam Ratu Kencana Wulan.
Luas pamutihan awalnya 0,5 jung atas peninggalan Ratu Kencana Wulan. Dan untuk juru kunci seluas 3 jung.
Letak Dusun Sewon sebagai petilasan awal Kecamatan Sewon ada di sisi timur kompleks Rumah Budaya Tembi (masuk ke selatan jalan Tembi) tepatnya di Timbulharjo, Sewon.
Alfatihah ila ruh Syekh Sewu
LOKASI :
Masjid Syech Sewu Sewon
Mriyan, Timbulharjo, Kec. Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55185
* Catatan 1832 dari Kyai Pengulu Kamaludiningrat tentang daftar Pesantren, Pondok, Pathok Nagari, Pradikan, Pamutihan & Juru Kuncen.
