Ditulis oleh: Nina Badrina
Mahasiswi Arkeologi UGM 2016
Privasi sering diartikan sebagai mekanisme kontrol individu dalam mengatur interaksi antar personal (Halim, 2005). Privasi membantu seseorang/sekelompok orang dalam mengontrol kapan ingin mendekat atau menjauh. Privasi akan selalu dibutuhkan bagi setiap orang agar memperoleh rasa aman dan nyaman di dalam melakukan aktivitas, khususnya di dalam rumah. Untuk itu, banyak masyarakat Jawa membangun tembok khusus untuk tujuan privasi, salah satunya terdapat pada seketeng sebagai bagian tata ruang bangunan. Seketheng sendiri merupakan dinding penghalang pada gerbang yang biasanya ada pada kanan dan kiri rumah Jawa. Dinding ini biasanya terdapat pada bangunan Kraton dan rumah-rumah bangsawan Jawa yang secara simbolik memiliki fungsi sebagai penolak “bala” atau kejahatan yang akan masuk ke dalam bangunan. Sehingga dinding digunakan untuk menghalangi kejahatan tersebut agar tidak bisa langsung memasuki bangunan. Sedangkan untuk orang yang ingin memasuki bangunan, harus melewati sisi samping dinding seketeng ini.
Konsep privasi pada tata ruang…
View original post 402 more words
