Kraton Kerta

Image may contain: text that says 'Karta Kartasura SuraKarta YogyaKarta'

SITUS KRATON KERTA/KARTA
FOTO 1935

Nama Karta, kemudian diteruskan di 3 kraton lainnya.

Diantara 6 kraton Mataram, hanya kraton Kerta lah yang paling sedikit dibahas, paling sedikit literatur yang ada, paling sedikit peninggalannya, dan mungkin paling sedikit orang yang faham atau tahu tentangnya.
.
Padahal kraton yang dibangun Sultan Agung pada 1614 dan mulai pindah/boyong kraton dari Kotagede ke Kerta pada 1618 merupakan saksi dan pusat pemerintahan raja terbesar Mataram Islam : Sultan Agung dalam meluaskan wilayah Mataram hingga menyerbu Batavia pada 1628.

Sultan Agung telah merencanakan pembangunan Kraton yang lebih megah di Pleret, walaupun saat beliau bertahta keinginan tersebut belum tercapai.

Kraton Kerta bahkan pernah mengalami kebakaran dan setelah pindah ke kraton Pleret (1647) pada zaman putra Sultan Agung yaitu Susuhunan Amangkurat I (1646~1677) maka Kerta berfungsi sebagai kraton lama/pesanggrahan saja.

Sebenarnya saat kraton dipindah ke Pleret, kraton Kerta dipastikan masih cukup terawat karena meskipun dikabarkan pernah terbakar, tetapi kemudian dijadikan pesanggrahan (artinya masih terawat, mungkin dipugar dan ada juru kunci yg menjaga sebagaimana tradisi kraton hingga sekarang).

Secara ringkas dapat disimpulkan Kraton Kerta dibangun Sultan Agung pada 1613, setahun kemudian pada 1614 resmi dipakai hingga 1645 saat beliau mangkat.

Pada 1647 pusat pemerintahan dipindah Amangkurat I ke Kraton Pleret.

Antara 1647 hingga 1719 Kraton Kerta kemungkinan masih bertahann sebagai pesanggrahan hingga 1719 dijadikan basis perlawanan Mataram Kertasekar, dan akhirnya hancur pada 1720 saat serangan Kartasura ke Pleret.

Dengan demikian bangunan kraton Kerta bertahan selama 106 tahun.

Copyright
Narasi @sejarahjogya
KITLV 1935

Pic Raden Mas Gondojoewono

KITLV A629

Tiga fondasi untuk kolom, mungkin istana, di Kerta, ibu kota kerajaan kedua Mataram, tenggara Yogyakarta

Batu datar (Selo Gilang) di antara reruntuhan, diduga, Kerta, ibu kota kerajaan Mataram kedua di tenggara Yogyakarta

Pohon Waringin di atas sisa-sisa tembok batu datar (Sela Gilang), diduga di Kerta, ibu kota kerajaan Mataram kedua di tenggara Jogjakarta

Image may contain: tree, plant, outdoor and nature
Image may contain: tree, plant, outdoor and nature
Image may contain: tree, plant and outdoor