Pulo Kenanga

sumber: IG SejarahJogya

Gambar 1 : Saat digunakan hingga 1812

Gambar 2 : Kondisi 1915

Gambar 3 : Kondisi terkini

Ini adalah foto bagian pertama yaitu segaran atau danau buatan dimana dulu ditengahnya terdapat bangunan Pulo Kenanga.

Sultan akan menuju ke pulo kenanga untuk besiyar dari Magangan dengan sampan melalui sebuah sungai atau kanal yg menghubungkan segaran di barat (sekitar Ngasem) dan segaran di timur (belakang sasana hinggil dwi abad).

Pada saat Geger Sepehi 1812, sebenarnya tamansari sudah tidak sesempurna saat Sultan HB I masih sugeng. Walaupun dipastikan masih utuh.

Foto 1915 ini kemungkinan setelah gempa bumi 1867 dimana banyak bangunan tamansari yg runtuh dan tumbuhan liar semakin banyak. Tetapi belum ada penduduk yang membangun bangunan disitu.

NOTE
Tamansari awalnya memiliki luas lebih dari 10 hektar membentang dari barat di sekitar gapura hageng sekarang Kampung Cyber, Taman, Patehan, lalu ke utara hingga sekitar Pasar Ngasem, ke selatan hingga sekitar Nagan Lor dan ketimur hingga sekitar Magangan atau belakang Sasana Hinggil Dwi Abad.

Ada sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian.

Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat.

Bagian kedua adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun.

Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.

Bagian keempat adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Animasi Tamansari Yogyakarta seri 1

Animasi Tamansari Yogyakarta seri 2