Kali Larangan

Gambar Kali Larangan (G) dari utara memyeberang jalan Ngabean ke Masjid Gedhe Kauman lalu ke arah segaran Tamansari

Foto : Mas Ahmad Paramasatya

Kali Larangan konon dibangun Sultan HB I dari Kali Winongo di barat Kuthagara, hulunya merupakan bendungan di sebelah utara permukiman pegawai mantri kiwa dan tengen (saat itu masih jadi satu).
.
Ada bukti berhulu di barat Jlageran (sekarang disebut nJlagran) atau Badran. Dan satu lagi lebih ke utara di perpecahan Kali Winongo & Kali Buntung, sekitar Bangen, Kricak.
.
Disebut Kali Larangan, maknanya adalah Kali yang tidak boleh dipakai rakyat, yang harus dijaga kebersihan karena akan dipakai kagungan dalem.
.
Kali ini memang digunakan untuk banyak hal yaitu
1. Mengairi blumbang Masjid Gedhe Kauman
2. Mengairi jagang Benteng Baluwarti
3. Mengairi segaran Tamansari
.
Airnya diputar mengalir ke obyek2 vital tadi dan dikeluarkan di selatan benteng, melalui Nagan ke arah barat Pugeran, ke barat sekitar Dukuh dan kembali masuk Kali Winongo.
.
Beberapa kraton sebelumnya memang menggunakan air sungai untuk tujuan yang sama, misalnya di Kotagede memakai Kali Gajah Wong, Kerta dan Pleret memakai Kali Opak, sedangkan di Kartasura dan Surakarta secara khusus dibuat aliran dari sumber mata air di Pengging, Boyolali.
.
Narasi @sejarahJogya
Pic : Mas @unchmed_