Narasi @sejarahJogya

Keterangan foto : Gambar ilustrasi Jagang di sekitar Fort Vredeburg 1896, mungkinkah juga berasal dari Kali Larangan?
Pernah dengar apa itu “Kali Larangan” ?
Kali Larangan adalah sungai yang mengalir dari sisi bawah Kali Winongo yang dibendung. Aliran airnya memasuki dan mengitari Keraton Yogyakarta, yang dulu dikelilingi jagang atau semacam selokan/jurang dangkal.
Air tersebut juga mengaliri blumbang (kolam) Masjid Gede Kauman, yang dipergunakan untuk bersuci sebelum masuk masjid. Dan juga terutama untuk suplai air Tamansari, the Water Castle.
Pertanyaannya dimanakah letak Kali Larangan itu (dulu) ?
Sejauh ini belum banyak data yang dapat dikumpulkan berkaitan dengan letak Kali (Sungai) ini. Seperti sejarah yang benar2 terlupakan.
Kali Larangan di Kraton Yogyakarta boleh jadi mengadopsi Kali Larangan di Kraton Surakarta. Seperti yang kita ketahui, arsitek Kraton Surakarta adalah Pangeran Mangkubumi (Raden Mas Sujana) , yang lahir di Kraton Kartasura dari Raja ke 9 Amangkurat IV.
Nah, saat saudara beliau (beda ibu) menjadi Raja ke 10 (Pakubuwana II) maka Pangeran Mangkubumi diserahi tugas menjadi arsitek kraton dan kelengkapannya sebelum secara resmi kraton pindah ke Sala akibat Geger Pacinan.
Pangeran Mangkubumi yang kelak menjadi Sultan Hamengku Buwana I tentu juga mengaplikasikan hasil rancangannya semasa di Kraton Solo (1745) ketika membangun Kraton baru di Yogyakarta (1756).
Berdasarkan denah-denah kraton lama, hampir semua kraton Mataram menggunakan aliran sungai untuk pengairan kraton. Misalnya Kraton Kotagede, digunakan aliran Kali Manggisan (timur) & Kali Gajahwong (barat). Setelah pindah ke Kraton Plered, digunakan aliran Kali Opak (timur) dan Gajahwong (barat). Barangkali saat di Kartasura pun begitu (walau belum ada denah resmi).
Di Kraton Surakarta, Kali larangan merupakan sebuah sungai yang bersumber dari Umbul Pengging di Banyudono, Boyolali. Sungai ini digunakan untuk mengairi Kraton dan mungkin juga blumbang sekitar masjid Gede Kauman.
Letak Kali Larangan Solo –walaupun sekarang sudah ditutup- masih diabadikan sebagai nama jalan (Jalan Kalilarangan) yang cukup panjang membentang dari Laweyan (Jalan Larangan Sukatani) hingga Jalan Reksoniten di barat Kraton.
Bagaimana di Yogya ? Lanjut Bagian 2.

sebuah peta lain, hulu di sebelah barat badran/sindunegaran
note:
- Tahun 2020 dilakukan program revitalisasi bendolole. Bendolole ini kemungkinan yang merupakan hulu kali larangan tersebut. Saat ini ditangani Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dengan FIB UGM.
- Sepertinya ada 2 hulu, di selatan sekitar jlagran atau badran dan di utara sekitar bangen/kricak
- Pada peta di bawah ini letak hulu lebih utara melewati percabangan kali winongo (sekarang gang klinthing, kricak) sehingga kesimpulan sementara ada dua hulu.

