
sumber: wikipedia
Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2003. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.
Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, tetapi demikian ada juga blog yang bersifat sebaliknya (non-interaktif).
Situs-situs web yang saling berkaitan berkat blog, atau secara total merupakan kumpulan blog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subjek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai badai blog (bahasa Inggris: blogstorm).
Komunitas Blogger
Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari [para blogger] berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.
Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.
Budaya populer
Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di internet.[5]
Beberapa blogger kini bahkan telah menjadikan blognya sebagai sumber pemasukan utama melalui program periklanan (misalnya AdSense, posting berbayar, penjualan tautan, atau afiliasi). Sehingga kemudian muncullah istilah blogger profesional, atau problogger, yaitu orang yang menggantungkan hidupnya hanya dari aktivitas ngeblog, karena banyak saluran pendapatan dana, baik berupa dolar maupun rupiah, dari aktivitas ngeblog ini.

Sejarah blog dimulai sekitar tahun 1994 dengan halaman pribadi {«Links.net»} oleh Justin Hall, lalu istilah “weblog” dicetuskan Jorn Barger tahun 1997, disingkat “blog” oleh Peter Merholz tahun 1999, dan menjadi populer dengan munculnya platform seperti Blogger (1999) dan WordPress (2003), berkembang dari jurnal online pribadi menjadi media profesional, bisnis, hingga sumber berita, serta berevolusi dengan adanya fitur komentar dan konten video (vlogging).
Tahap Awal (1990-an)
- 1994: Justin Hall membuat Links.net, dianggap sebagai blog pertama, berupa catatan harian dan kompilasi tautan.
- 1997: Jorn Barger menciptakan istilah “weblog” untuk mencerminkan kegiatan “mencatat web”.
- 1998: Blog pertama di media tradisional muncul (Hurricane Bonnie di {«The Charlotte Observer»}).
- 1999: Peter Merholz memecah “weblog” menjadi “blog,” dan platform Blogger.com diluncurkan, membuat blogging mudah diakses.
Perkembangan dan Popularitas (2000-an)
- 2003: WordPress dirilis, menawarkan fitur lebih canggih, dan {«Blogger.com»} diakuisisi {«Google»}.
- 2005: YouTube diluncurkan, menandai dimulainya “vlogging” (video blogging).
- Tahun 2000-an: Blog menjadi sumber berita, opini politik, hingga sarana bisnis, dengan adanya kolom komentar yang memungkinkan interaksi pengunjung.
Era Media Sosial dan Adaptasi (2010-an – Sekarang)
- 2010-an: Munculnya media sosial (Facebook, Twitter, Instagram) mengubah cara berbagi, namun blog tetap bertahan dengan fokus pada konten mendalam dan niche tertentu.
- Adaptasi: Blogger beradaptasi dengan media sosial dan fokus pada spesialisasi topik, menjadi alat pemasaran digital dan membangun komunitas.
Evolusi Konten
- Awal: Jurnal pribadi, kompilasi link.
- Berkembang: Media publikasi, sumber berita, analisis mendalam.
- Modern: Vlogging (YouTube), Liveblogging (komentar langsung saat acara TV), hingga konten profesional dan komersial.
Blogging mungkin tidak semeriah dulu, terutama jika dibandingkan dengan era 2000-an dan awal 2010-an ketika blog menjadi salah satu platform utama untuk berbagi informasi dan ekspresi diri. Zaman digital telah berubah drastis, menggeser cara orang berinteraksi dan mengonsumsi konten.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana lanskap konten digital berevolusi:
- Munculnya Media Sosial: Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok menawarkan cara yang lebih cepat dan mudah untuk berbagi pemikiran, foto, dan video. Interaksi instan, umpan balik (feedback) cepat, dan jangkauan audiens yang luas di media sosial sering kali lebih menarik daripada mengelola blog yang membutuhkan lebih banyak usaha.
- Perubahan Perilaku Pengguna: Pengguna internet saat ini cenderung lebih menyukai konten visual, singkat, dan mudah dikonsumsi, seperti video pendek, infografis, dan postingan media sosial, daripada membaca artikel blog yang panjang.
- Dominasi Platform Video: YouTube dan TikTok telah menjadi mesin pencari dan sumber hiburan utama bagi banyak orang, dengan pertumbuhan kreator konten (YouTuber/TikToker) yang pesat.
- Monetisasi dan Profesionalisme: Meskipun blog masih bisa dimonetisasi, banyak kreator beralih ke platform yang menawarkan jalur monetisasi yang lebih jelas dan beragam, seperti iklan YouTube, sponsor Instagram, atau donasi langsung.
Meskipun demikian, blogging tidak sepenuhnya mati; ia hanya berevolusi:
- Niche Blogging: Banyak blog yang sukses saat ini fokus pada ceruk (niche) pasar yang sangat spesifik, seperti resep vegan, ulasan teknologi mendalam, atau panduan perjalanan ke lokasi terpencil. Audiensnya mungkin lebih kecil, tetapi sangat loyal dan terlibat.
- Integrasi Konten: Banyak bisnis dan profesional menggunakan blog sebagai bagian dari strategi pemasaran konten mereka untuk SEO (Search Engine Optimization), membangun otoritas, dan mengarahkan lalu lintas ke penawaran mereka.
- Newsletter (Buletin Elektronik): Banyak mantan blogger beralih ke buletin email berbayar atau gratis (misalnya, melalui Substack atau Mailchimp) untuk terhubung langsung dengan audiens mereka tanpa algoritma media sosial.
Jadi, meskipun “kemeriahan” massal telah berkurang, blog tetap menjadi alat yang berharga untuk komunikasi yang lebih mendalam, terperinci, dan personal.
