Citation Chaining · Rantai Sitasi

sumber: IG ibuiramira

Untuk mencari penelitian terdahulu yang relevan dengan skripsi, ada beberapa langkah yang bisa diikuti. Pertama, tentukan topik dan kata kunci yang jelas. Kedua, gunakan platform pencarian yang tepat seperti Google Scholar, Scopus, atau situs perpustakaan universitas. Ketiga, manfaatkan fitur filter pencarian untuk mempersempit hasil. Keempat, pahami tujuan, metodologi, dan temuan dari penelitian terdahulu yang Anda temukan. Kelima, identifikasi research gap atau celah penelitian yang bisa diisi dalam skripsi Anda.

Rantai sitasi (citation chaining) atau rantai kutipan, juga dikenal sebagai “snowballing“, adalah teknik untuk menemukan materi terkait dalam penelitian dengan menelusuri kutipan dari suatu artikel. Anda bisa melacak ke belakang (backward chaining) dengan melihat daftar referensi artikel untuk menemukan sumber yang lebih lama, atau ke depan (forward chaining) dengan melihat artikel mana saja yang mengutip artikel tersebut. 

Berikut adalah penjelasan lebih detail:

  • Backward Chaining (Rantai Mundur): Melihat daftar referensi (bibliografi) artikel yang Anda temukan. Ini membantu Anda menemukan karya-karya yang menjadi dasar penelitian artikel tersebut dan mungkin juga karya-karya yang relevan tetapi lebih tua.
  • Forward Chaining (Rantai Maju): Melihat artikel yang mengutip artikel yang Anda temukan. Ini membantu Anda menemukan karya-karya terbaru yang didasarkan pada penelitian artikel tersebut, dan juga membantu Anda memahami bagaimana penelitian tersebut telah berkembang. 

Mengapa teknik ini penting?

  • Menemukan lebih banyak sumber: Rantai sitasi memungkinkan Anda menemukan sumber-sumber relevan yang mungkin tidak Anda temukan melalui pencarian kata kunci biasa.
  • Memahami perkembangan penelitian: Dengan melacak kutipan, Anda bisa memahami bagaimana suatu topik atau ide berkembang dari waktu ke waktu.
  • Mengidentifikasi penulis yang berpengaruh: Anda bisa melihat siapa saja yang sering dikutip atau yang mengutip suatu artikel, yang mungkin merupakan tokoh penting dalam bidang tersebut. 

Contoh:

Jika Anda sedang meneliti tentang “communication management”, Anda bisa memulai dengan menemukan artikel tentang topik tersebut. Lalu, Anda bisa melihat daftar referensi artikel tersebut untuk menemukan penelitian yang lebih lama yang menjadi dasar penelitian tersebut. Anda juga bisa menggunakan database seperti Scopus atau Web of Science untuk melihat artikel mana saja yang mengutip artikel tersebut. 

Dengan menggunakan teknik rantai sitasi, Anda bisa memperluas pemahaman Anda tentang topik penelitian dan menemukan sumber-sumber yang lebih kaya dan relevan. 

Bagian yang dilingkari, cited by 128 (dirujuk atau dikutip oleh 128 artikel), klik bagian tersebut. Telusuri dan dibaca artikel/penelitian lain yang merujuk pada karya yang relevan pertama. Jika terdapat variabel yang sama, maka bisa digunakan sebagai penelitian terdahulu. Begitu juga daftar pustaka dari artikel tersebut bisa dibaca dan ditelusuri.

Penelitian terdahulu bisa digunakan karena ada variabel yang sama, atau ada teori yang sama, atau metodenya sama, atau objeknya sama. Jadi tidak harus sama persis.

Snowballing juga bisa menggunakan tools seperti Litmaps, Connected Papers, atau ResearchRabbit