Nuansa Bening – Vidi Aldiano 

Nuansa Bening – Vidi Aldiano 

Oh yep
J Flow right here
Vidi drop your voice come on

Oh tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja
Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu
Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan

Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan kukembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku

Right here baby
Break it down break it down
Vidi come on oh
Oh tiada kejutan pesona diri
Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja
Masa pertalian terjalin sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi

Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan kukembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku

You know the further that you go
The closer that it feels
The feeling that you show please tell me that is real
Seconds gone by minute after minute
I was too shy my words have been deleted
Ku terdiam dan hanya bisa bla bla bla
Like a shooting star I make a wish like la la la
My pressure is gone
My treasure is found
My baby girl you really make my world can go around
Menatap nuansa nuansa bening (break it down V)
Tulusnya doa bercinta (sing for them ladies come on)
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat (just the far as we go just the closer that we feel)
Akan kukembangkan
Kasih yang kau tanam (right here in my heart right here with my mind)
Di dalam hatiku

Kini terasa sungguh (terasa sungguh)
Semakin engkau jauh (semakin sengkau jauh)
Semakin terasa dekat (terasa dekat)
Akan kukembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku (right here baby right here baby)
Vidi come on
Kini terasa sungguh (kini terasa sungguh)

sumber: wikipedia

Oxavia Aldiano, juga dikenal sebagai Vidi (lahir 29 Maret 1990) adalah seorang penyanyi-penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Vidi memulai kariernya di industri musik pada 2008 dengan merilis album Pelangi di Malam Hari. Lagu “Nuansa Bening” dan “Status Palsu” dari album tersebut laris di pasaran dan membawanya dikenal publik secara luas. Di awal kariernya, ia menerima penghargaan pertamanya sebagai Penyanyi Pria Terfavorit dari MTV Indonesia Awards 2009. Berkat album studio ketiganya, Persona (2016), Vidi mendapatkan sertifikasi Triple Platinum untuk pertama kalinya setelah lima bulan penjualan album fisik mencapai 250.000 keping.

Kehidupan awal dan pendidikan
Oxavia Aldiano lahir pada 29 Maret 1990 di Jakarta, Indonesia. Vidi adalah putra pertama dari pasangan Harry Aprianto Kissowo dan Besbarini. Ia mewarisi darah Jawa dari pihak ayah dan darah Minangkabau dari pihak ibu. Ayahnya merupakan pemilik sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara, produsen perangkat speaker merek V8sound.com, sedangkan ibunya adalah guru kursus piano. Dari garis ayah, ia merupakan cucu penyanyi keroncong legenda S. Darsih Kissowo. Vidi memiliki dua adik bernama Diva Stradivaryan dan Vadi Akbar–yang juga berprofesi sebagai penyanyi.

Nama depannya Oxavia memiliki arti seimbang bahwa di dunia tidak boleh ada yang berlebihan. Nama belakangnya Aldiano merupakan akronim dari “Alhamdulillah Dia Nongol”, yang berasal ketika sang ibu melahirkannya, ia dan ibunya hampir tidak tertolong karena ibunya memiliki penyakit dan ketika keduanya selamat dan ia lahir, ayahnya bersyukur dengan mengatakan kata tersebut. Sedangkan nama panggilannya, “Vidi” adalah akronim dari dua nama aslinya.

Vidi dibesarkan dalam keluarga yang mempunyai apresiasi tinggi terhadap musik. Saat kecil Vidi gemar mendengarkan jinggle iklan di televisi dan suka dengan suara azan. Ia kerap bersenandung dan mengikuti nada ketika mendengarkan hal tersebut. Kedua orang tuanya pun mendaftarkan dirinya ke perlombaan menyanyi. Vidi mendapatkan juara ketiganya dalam perlombaan menyanyi tingkat kanak-kanak pertamanya pada usia dua setengah tahun. Ketika berusia 3 tahun, Vidi mulai belajar instrumen piano melalui bimbingan ibunya, kemudian belajar instrumen biola ketika SD. Vidi mulai bernyanyi memasuki masa SMP. Saat kecil, Vidi anak pemalu dan kutu buku. Hal tersebut membuatnya tidak memiliki banyak teman semasa kecil. Saat waktu istirahat, ia memilih menghabiskan waktu untuk belajar ke perpustakaan.

Vidi mengenyam pendidikan SD hingga SMA di Yayasan Al-Azhar antara lain SDI Al Azhar 4, Kebayoran Lama (1996–2002), SMPI Al Azhar 3, Bintaro (2002–2005), dan SMAI Al Azhar 1, Kebayoran Baru (2005–2008).[17] Semasa SMA, Vidi pernah tergabung dalam grup musik bersama Raisa. Namun aktivitas grup musik tersebut tak berlangsung lama karena biaya transportasi yang dikeluarkan lebih besar dari uang yang didapatkan. Setelah lulus SMA, Vidi melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Pelita Harapan program studi Teknik Elektro, tetapi setelah beberapa bulan, ia merasa tidak cocok dan berpindah ke program studi Manajemen. Memasuki masa kuliah, Vidi menyesuaikan jadwal kesibukannya sebagai penyanyi dengan kuliah. Ia juga selalu membawa buku ke mana pun berada, bahkan di studio. Semasa kuliah, Vidi pernah mengikuti Summer Program di Berklee College of Music, Amerika Serikat selama dua bulan dari bulan Juli sampai Agustus 2012. Ia mengambil program studi Pertunjukan Vokal karena tidak pernah belajar musik secara benar dan ingin sekolah musik formal. Untuk pertama kalinya ia belajar teknik vokal , teori, musikalisasi, dan sejarah musik. Sepulangnya ke Indonesia, ia masuk kuliah semester tujuh yang merupakan semester terakhirnya. Vidi menyelesaikan studinya pada 2013 dengan nilai IPK 3,62. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang strata 2 di Universitas Manchester, Inggris program studi Innovation Management and Enterpreneurship. Ia memulai studinya pada November 2013. Vidi menyelesaikan tesis sebagai syarat kelulusan kuliah S2-nya pada September 2014 setelah pengerjaan selama 3 bulan yang mengambil obyek penelitian di Indonesia. Ia lulus pada 2015 dengan predikat cum laude. Selain menimba ilmu di Inggris, Vidi juga ikut mengembangkan jaringan bisnisnya.

Karier musik
2006: Indonesian Idol
Pada 2006, atas dasar iseng ketika ia bolos sekolah, Vidi mengikuti audisi Indonesian Idol musim ketiga di Jakarta International Expo membawakan lagu “Pada Satu Cinta” milik Glenn Fredly. Ia hanya berhasil masuk hingga babak 100 besar.[30]

2008: Pelangi di Malam Hari
Vidi membuat album pertamanya ketika kelas 1 SMA untuk mengganti lagu-lagu yang diputar di kantin sekolahnya. Ia merasa tidak suka dan bosan dengan lagu yang ada di kantin sehingga berniat menciptakan album sendiri untuk diputar di sana. Ia merekam dan memproduksi lagunya secara independen. Album tersebut selesai selama tiga tahun ketika ia sudah lulus SMA. Ia kemudian memberanikan diri untuk mengirim album demo ke label-label rekaman, tetapi ia ditolak hingga 8 label karena saat itu penyanyi solo pria tidak sedang menjadi tren. Akhirnya pada tahun 2008 produser musik Lala Hamid memproduseri album perdananya, Pelangi di Malam Hari. Namanya dikenal publik kali pertama lewat singel perdananya berjudul “Nuansa Bening” dari album pertamanya yang merupakan lagu daur ulang milik Keenan Nasution. Lagunya laris diputar di stasiun televisi maupun radio. Dilanjutkan dengan singel kedua “Status Palsu” yang juga menjadi hit.

2009: Lelaki Pilihan
Untuk menyambut bulan Ramadhan, Vidi bersama Vadi Akbar merilis album kompilasi bertema religi, Lelaki Pilihan pada 2009. Di dalam album itu, Vidi membawakan 3 lagu antara lain “Rindu Rasul” berduet dengan Sam Bimbo, “Ibunda Kita (Surga Kita)”, dan “Keagungan Tuhan”.

Vidi menerima penghargaan pertamanya dari MTV Indonesia Awards 2009 sebagai Most Favorite Male Artist.

2011: Yang Kedua
Album studio keduanya, Yang Kedua direncakan rilis pada 14 Februari 2011, tetapi diundur pada 27 Juli 2011. Di album keduanya ini, Vidi tidak lagi memproduksi album secara independen, tetapi ia bergabung di perusahaan rekaman, Trinity Optima Production. Album terdiri dari 11 trek, 6 lagu ditulis sendiri oleh Vidi. Album didukung dengan 3 singel “Datang dan Kembali”, “Lupakan Mantan” dan “Gadis Genit”. Dalam proses pengerjaannya, ia terlibat 95 persen mulai pembuatan lagu, pembuatan musik, sampai desain sampul.

2016: Persona
Vidi merilis album studio ketiganya, Persona pada 24 Agustus 2016–berjarak 5 tahun dari album studio keduanya. Interval dirilisnya Persona dengan album keduanya memakan waktu lama karena ia memikirkan secara matang konsep untuk album ketiganya. Masa vakumnya digunakannya untuk memaksimalkan fokusnya pada album. Album berisi 10 lagu itu terdiri dari 7 lagu baru, 2 lagu aransemen ulang, dan 1 lagu versi akapela. Bersama trio Laleilmanino ia menulis dan menciptakan seluruh komposisi di dalamnya. Selama tujuh bulan intens Vidi menggarap album ini. Album ini ia produksi sendiri mulai dari proses pra produksi, produksi, sampai pemasaran melalui label yang didirikannya. Proses perekaman vokal dilakukan di Indonesia sedangkan proses master rekaman di Studio Abbey Road, London. Vidi menerima sertifikasi Triple Platinum untuk pertama kalinya atas penjualan fisik album Persona yang terjual lebih dari 250 ribu keping pada Januari 2017.

Selain dirilis dalam bentuk audio, Vidi juga merilis Persona dalam bentuk visual, yakni Persona Art Book. Vidi Aldiano melibatkan 31 illustrator yang tersaring dari 36.000 ilustrator yang tergabung dalam Kreavi. Persona Art Book merupakan buku seni berisi sembilan bab yang mewakili masing-masing lagu dari album yang diinterprestasikan ke dalam bentuk visual. Sembilan bagian tersebut adalah Disgust, Joy, Hope/Peace, Wonder, Courage, Anger, Fear, Sadness, dan Love.

2022: Senandika
Album studio keempatnya, Senandika dirilis pada 22 Juli 2022. Album terdiri dari 10 trek lagu. Lagu-lagu dalam album ini telah dibuat sejak 2018, tetapi tertunda perilisannya dikarenakan pandemi Covid-19 dan ia jatuh sakit. Secara keseluruhan, lagu-lagu yang terdapat di album menceritakan perjalanan hidup Vidi dari tahun 2018. Seperti lagu “Bertahan Lewati Senja” yang mengisahkan perjuangannya melawan sakit kanker hingga “Dara” yang menceritakan tentang istrinya. Dalam proses ppengerjaannya Vidi bekerja sama dengan produser Ari Renaldi. Dalam menulis lagu ia berkolaborasi bersama Barsena Bestandhi, Pika Iskandar, Laleilmanino, Bram Moersas, dan Harry Aprianto Kissowo. Senandika menjadi penjualan terbaik nomor satu dari 10 album sebanyak 75 ribu keping di 740 gerai KFC Indonesia pada bulan Juli 2022. Setelah dua bulan rilis, album terjual lebih dari 150 ribu keping.

Keartisan
Pengaruh
Vidi mengatakan bahwa musisi internasional yang menginspirasinya di dunia musik yakni Craig David, Michael Jackson, dan Luther Vandross.

Citra publik
Pada September 2023, Vidi menyatakan dirinya kembali ke industri hiburan dengan pengenalan citra yang baru. Mengusung tagar #VidiComeback2023 lewat akun media sosialnya, Vidi mengenalkan dirinya dengan nama panggung yang lebih singkat yaitu Vidi (digayakan dengan huruf kapital). Selain ingin lebih sederhana dan mudah diingat, alasan perubahan nama panggungnya karena nama panggung sebelumnya sering disalahsebutkan.

Vidi mendapatkan julukan “duta persahabatan” yang diberikan warganet padanya. Julukan tersebut bermula dari momen Vidi yang kerap datang ke pesta pernikahan para selebritas di Indonesia. Banyak warganet menganggap hampir semua kalangan selebritas adalah rekan dekat dari Vidi.

Gelar
Setelah sah menjadi suami Sheila Dara Aisha pada 15 Januari 2022, Vidi menerima gelar kehormatan masyarakat Minangkabau. Vidi diberi gelar Sutan Sari Alam dari Bukittinggi sehingga namanya menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.

Kesehatan
Vidi menderita fobia terhadap kucing dan ketinggian.

Vidi sempat mengidap gangguan kesehatan mental berupa gangguan kecemasan. Kecemasan tersebut berhubungan dengan pekerjaannya sebagai pegiat di industri hiburan. Karena serangan cemas, ia bahkan sempat pingsan sebelum tampil bernyanyi pada 2018.

Pada akhir tahun 2019, Vidi divonis mengidap penyakit kanker ginjal stadium 3. Ia kemudian melakukan operasi pengangkatan ginjal sebelah kiri pada 13 Desember 2019 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Setelah ginjalnya dikeluarkan, dilakukanlah penelitian lebih lanjut oleh dokter di Singapura mengenai tipe kanker yang diidapnya dan termasuk ganas. Vidi pun masih diharuskan untuk melakukan kontrol kesehatan di Singapura. Namun, sel kanker ditemukan kembali pada 2021 bertempat di bantalan ginjalnya dengan tipe kanker yang sama. Sejak 2021 hingga sekarang, Vidi menjalani pengobatan kemoterapi tiap tiga minggu sekali.

Setelah menjalani detoksifikasi tubuh di Koh Samui, Thailand pada 2024 menyebabkan berat badannya mengalami penurunan hingga 6-7 kg karena hanya boleh mengonsumsi cairan. Hal ini berdampak terhadap kondisi mentalnya yang mengakibatkan ia mengalami gangguan dismorfik tubuh.

Diskografi

  1. Pelangi di Malam Hari (2008)
  2. Yang Kedua (2011)
  3. Persona (2016)
  4. Senandika (2022)

Lagu “Nuansa Bening” diciptakan oleh Keenan Nasution dan Rudi Pekerti pada akhir 1970-an, yang kemudian dipopulerkan kembali oleh Vidi Aldiano pada tahun 2008 di album debutnya. Vidi Aldiano kemudian menghadapi gugatan hukum dari pencipta lagu karena dinilai tidak memiliki izin yang cukup dari pencipta untuk menggunakan lagu tersebut secara komersial. 

Fakta seputar “Nuansa Bening” dan Vidi Aldiano

  • Lagu Asli: “Nuansa Bening” diciptakan oleh Keenan Nasution bersama Rudi Pekerti dan pertama kali dipopulerkan pada tahun 1980-an.
  • Awal Versi Vidi: Vidi Aldiano membawakan ulang lagu ini pada tahun 2008 dan menjadi singel utama di album debutnya, yang sangat membantu mendongkrak popularitasnya.
  • Permohonan Izin Awal: Ayah Vidi, Harry Kiss, yang meminta izin kepada Keenan Nasution untuk Vidi membawakan lagu tersebut. Izin diberikan pada tahun 2008 untuk digunakan di album pertama Vidi, tetapi tidak untuk penggunaan komersial jangka panjang seperti konser.
  • Sengketa Hak Cipta: Keenan Nasution menggugat Vidi Aldiano karena penggunaan lagu di konser tanpa izin yang berkelanjutan dan tidak ada komunikasi lanjutan setelah izin awal di tahun 2008.
  • Penolakan Uang dari Vidi: Tim Vidi sempat menawarkan uang Rp50 juta kepada Keenan Nasution sebagai kompensasi penggunaan tanpa izin, namun ditolak oleh Keenan yang merasa itu bukan solusi yang tepat.
  • Penarikan dari Platform Streaming: Untuk menghormati proses hukum, Vidi Aldiano dan timnya menghapus versi “Nuansa Bening” dari layanan streaming musik.
  • Respons Kuasa Hukum Vidi: Kuasa hukum Vidi, Yakup Hasibuan, mengatakan bahwa gugatan tersebut tidak berdasar dan tim hukumnya akan membuktikannya di pengadilan.