LOKIO

Lokio
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tanpa takson): Angiosperms
(tanpa takson): Monocots
Ordo: Asparagales
Famili: Amaryllidaceae
Genus: Allium
Spesies: A. schoenoprasum
Nama binomial
Allium schoenoprasum
L.

sumber: wikipedia

Lokio, Lengkio, atau Bawang Batak (Allium schoenoprasum) (bahasa Inggris: chives) adalah jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan makanan.

Bentuk

Bentuk lokio mirip seperti bawang daun dan bawang kucai namun dengan ujung tangkai yang lebih panjang, warnanya cenderung putih, berbentuk mungil dengan daun kecil panjang.

Penggunaan

Lokio biasanya digunakan sebagai campuran asinan ataupun beberapa masakan. Banyak orang yang menyebut sayuran ini dengan nama lokio, tetapi ada juga yang menyebutnya dengan sebutan bawang batak. Bawang ini disebut sebagai bawang batak karena banyak ditemukan pada masakan-masakan khas Batak, salah satunya arsik. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, lokio atau bawang batak ini juga digunakan pada masakan lainnya, seperti bahan masakan untuk menumis ayam, ikan, atau daging.

Cara Menggunakan

Sebelum diolah, lokio harus dikupas, dibersihkan seperti membersihkan daun bawang sampai terlihat umbi mungilnya.

Menanam Lokio

Menanam lokio (bawang Batak) sangat mudah menggunakan metode pemisahan umbi. Pilih umbi sehat, potong daun tua/kuning, dan pisahkan umbi beserta akarnya. Tanam dalam media pot atau tanah gembur yang lembap, jaga kelembapan, dan beri pupuk cair untuk mempercepat pertumbuhan. Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu sekitar 3 bulan. 

Berikut adalah langkah-langkah detail menanam lokio: 

  • Persiapan Bibit:
    • Pilih umbi lokio yang sehat dan sudah memiliki tunas.
    • Potong daun yang kuning atau terlalu panjang agar nutrisi fokus pada pertumbuhan akar dan umbi baru.
    • Pisahkan umbi satu per satu namun pastikan akar masih melekat.
    • (Opsional) Rendam umbi dalam air selama beberapa jam hingga muncul tunas lebih banyak.
  • Persiapan Media Tanam:
    • Gunakan tanah yang gembur, porus, dan tidak mudah keras (campuran tanah, kompos, dan sekam/koko pit).
    • Tanam di pot/polybag atau bedengan lahan terbuka.
  • Penanaman:
    • Buat lubang tanam dengan kedalaman yang cukup untuk menutupi bagian umbi.
    • Tanam umbi lokio dengan posisi akar di bawah.
    • Jarak tanam tidak perlu terlalu rapat agar umbi bisa berkembang baik.
  • Perawatan:
    • Siram secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah, terutama saat awal penanaman, namun jangan sampai tergenang.
    • Lokio menyukai sinar matahari yang cukup.
    • Tambahkan pupuk organik (kompos) atau pupuk cair secara berkala untuk nutrisi.
  • Panen:
    • Lokio dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 3 bulan.
    • Cara panen: Cabut seluruh bagian tanaman, bersihkan, dan lokio siap diolah (misalnya untuk tumisan atau masakan khas).