Gledegan

sumber: Instagram@kratonjogja

Seketheng, atau Dinding Pemisah di komplek Ndalem Mangkubumen

Sebuah Ndalem biasanya memiliki pekarangan yang lapang dengan luas lahan antara 2.000-10.000 m2 atau lebih. Bangunan Ndalem dikelilingi tembok setinggi kurang lebih tiga meter yang disebut cepuri, sedangkan jalan masuk dan keluar dalem disebut gledegan.

Panjang gledegan sangat beragam, mulai dari 10 meter hingga 50 meter. Gledegan sendiri terhubung dengan pintu gerbang (regol) yang menjadi penanda pertama dari suatu Ndalem.

Ndalem Suryowijayan

Biasanya, regol ndalem berbentuk kori plengkung (gerbang dengan atap tersambung) atau bentar (gerbang dengan atap terpisah).

Vegetasi Sawo Kecik

Terdapat vegetasi-vegetasi tertentu yang memiliki makna filosofis yang ditanam di area Ndalem. Sawo kecik dianggap memiliki makna yang baik, “sarwa becik”. Kemuning melambangkan ketenangan berpikir atau “wening”. Sementara kepel bermakna tekad yang kuat.

An ndalem usually has a large yard with a land area of between 2,000-10,000 m2 or more. The ndalem building is surrounded by a wall about three meters high, called cepuri, while the entrance and exit of the palace is called gledegan.

Gledegan length varies widely, ranging from 10 meters to 50 meters. Gledegan is connected to the gate (regol) as the first marker of a ndalem.

Usually, regol ndalem takes the form of kori plengkung (gates with attached roofs) or bentar (gates with separate roofs).

Certain vegetations with philosophical meaning are specially planted in the ndalem’s yard. Sawo kecik is considered to have a good meaning, “sarwa becik”. Kemuning symbolizes calm thinking or “wening”. While kepel means strong determination.

Ndalem Pudjokusuman

__________
Photo: Tepas Tandha Yekti