
sumber: IG Hadits Lemah
Hadis “ummati, ummati” (umatku, umatku) yang diriwayatkan menjelang wafatnya Nabi Muhammad SAW adalah hadis palsu atau hadis maudhu’. Meskipun terdapat hadis sahih yang menyebutkan Nabi Muhammad memohon syafaat untuk umatnya di hari kiamat dengan ucapan “ummati, ummati”, namun redaksi yang populer di masyarakat, yaitu yang menyebutkan ucapan tersebut di akhir hayat Nabi, adalah tidak sahih.
Hadis Maudhu’:
Hadis maudhu’ adalah hadis yang dibuat-buat dan disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, padahal beliau tidak pernah mengucapkannya.
Hadis Sahih:
Terdapat hadis sahih yang menyebutkan Nabi Muhammad memohon syafaat untuk umatnya di hari kiamat, namun redaksinya berbeda dengan yang populer.
Menyebarkan hadis palsu dengan sengaja merupakan dosa besar, karena dapat menyesatkan umat dan merusak ajaran agama. Umat Islam dianjurkan untuk selalu merujuk pada sumber-sumber yang terpercaya dan ahli hadis sebelum menyebarkan atau mengamalkan suatu hadis.
Hadis yang populer di masyarakat, yang menyebutkan “ummati, ummati” di akhir hayat Nabi, adalah hadis palsu. Hadis sahih mengenai permohonan syafaat Nabi untuk umatnya di hari kiamat, terdapat dalam riwayat yang berbeda. Setiap muslim hendaknya berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan hadis, serta selalu merujuk pada sumber yang terpercaya.
Dan yang shahih ucapan terakhir Nabi seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari
๐ Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma berkata:
ููููุงููุชู ุขุฎูุฑู ููููู ูุฉู ุชููููููู ู ุจูููุงโฆ
Adapun ucapan terakhir yang diucapkan oleh Baginda:
ุงููููููู ูู ุงูุฑููููููู ุงูุฃูุนูููู
(Ya Allah, Kekasih Yang Tertinggi).โ
๐ (HR. Bukhari no. 4463, 6348, 6509 dan Muslim no. 2444).
โ Adapun ucapan UMMATI, UMMATI, UMMATI yang shahih, ia bukanlah diucapkan Nabi ๏ทบ menjelang wafatnya.
Akan tetapi di waktu lain.
๐ Disaat Nabi selesai membaca surah Ibrahim ayat 36 dan surat al-Maidah ayat 118, maka Nabi mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan :
ุงูููู ุฃู ููุชูู ุฃู ูุชููโฆ..
Ya Allah, umatku, umatku.. dan Nabi menangisโฆ..
๐ (HR. Muslim no. 202)
Allahu’alam
