
sumber: botaniku.com
Kelezatan kentang cingkariang memang tak diragukan lagi. Ia kerap menjadi buah tangan warga minangkabau yang hendak merantau ke tanah seberang. Kentang Cingkariang dibawa dalam bentuk umbi mentah dan keripik balado. “ Mereka merasa belum pulang kampung, kalau tidak membawa kantang cingkariang,” kata Daswani Munir, pengolah keripik di Bukittinggi.
Kentang Cingkariang
Lantaran itu permintaan kentang cingkariang tinggi. Di warung Mak Enan di sentra kios organik Aie Angek kecamatan Sepuluh koto, Tanah datar, misalnya. Setiap akhir pekan dan hari libur ia menjual rata-rata 20 kg per hari. Kentang lain hanya 6 kg. padahal harga kentang cingkariang organik lebih tinggi daripada kentang lain.
Continue reading