Cerita di Balik Secangkir Kopi

Veronika Gunartati's avatarVERONIKACLOSET

SAM_0360

“Datanglah ke Bukit Barisan saat paceklik, maka kamu akan bisa membeli sepeda motor atau barang-barang mewah lain dengan harga murah, “ kata teman saya, seorang pendeta yang betugas di antara petani kopi, jauh di gigir tulang punggung Pulau Sumatera itu. Agaknya pulen nikmat  kopi Sumatera yang sedang moncer di gerai-gerai kafe berlabel internasional tak selalu bisa dinikmati petaninya.

Pegunungan Bukit Barisan adalah salah satu hulu produksi kopi Sumatera, yang konon katanya termasuk salah satu kopi ternikmat dunia. Kalau panen kopi jatuh pada waktu tepat para petani dengan mudah membeli barang-barang mewah. “Mereka mampu membeli sepada motor seperti orang lain membelikan sepeda mini untuk mainan anaknya,” imbuh teman saya tadi. Waktu yang tepat bagi kopi untuk panen kopi adalah saat musism kemarau dan permintaan kopi cukup tinggi. Dan yang menjadi keajabaiban ialah jika panen kopi bersamaan dengan kurs dolar terhadap rupiah melambung tinggi.

Cara hidup konsumtif yang mungkin ditularkan orang kota…

View original post 1,900 more words