Literasi Keuangan Anak

freepik

src: IG tipsanak

Mengajari anak-anak tentang tanggung jawab keuangan merupakan kewajiban orang tua. Secara umum anak sudah dapat memahami konsep dasar uang antara usia 3 dan 4 tahun. Dan pada usia 7 tahun, konsep dasar yang berkaitan dengan perilaku keuangan masa depan biasanya akan mulai dipahami anak.

Selain mengajarkan anak tentang bagaimana cara mendapatkan uang, tidak kalah penting melatih anak bagaimana cara mengelola uang. Anak-anak perlu diajarkan cara membedakan kebutuhan dan keinginan, supaya terbiasa menggunakan uang dengan bijak.

Sebelum mengajarkan cara mengelola uang, orangtua perlu mengenalkan 5 hal ini terlebih dahulu:

  1. Bentuk fisik uang (uang kertas dan uang koin)
  2. Cara merawat uang (tidak dilipat, tidak dicoret, tidak distaples)
  3. Cara menyimpan uang (dompet, celengan, bank)
  4. Cara menghargai uang
    • Menghemat penggunaan air
    • mematikan lampu dan AC saat tidak digunakan
    • Menjaga kesehatan tubuh
  5. Membuat tujuan keuangan
    • Mengajak anak menulis daftar barang yang diperlukan
    • Mencari tahu harganya
    • Mengatur prioritas barang yang ingin dibeli
    • Mendiskusikan cara/strategi mewujudkannya

Mengelola uang yang diterima

Uang yang diterima anak, bisa dari uang saku atau uang tambahan saat hari raya dan ulang tahun.

  • Dengan memberikan uang saku secara rutin, memberikan anak kesempatan untuk merencanakan pengeluaran. Sebaiknya berikan minimal 2 hari sekali.
  • Memberikan uang saku perhari, mendorong anak untuk menghabiskan hari itu juga.
  • Jika anak berhasil mengelolanya, latih anak dengan memberikan uang saku untuk rentang waktu yang lebih panjang, bisa uang saku mingguan atau bulanan.

Mengajarkan cara mengatur pengeluaran

  • Mencatat pengeluaran
  • Mendiskusikan apakah ada barang pengganti, dengan fungsi yang sama tapi harga lebih terjangkau
  • Mengajarkan anak membeli barang sama di tempat yang berbeda, misal membeli sayur di supermarket atau di pasar. Bandingkan kualitas dan harganya.

Mengajarkan literasi keuangan sejak dini kepada anak akan menjadi langkah awal pembentukan karakternya di kemudian hari. Hal ini disebut pembiasaan. Pada usia dini, anak-anak baru mulai membentuk karakter mereka.

Oleh karena itu, pembiasaan seperti tidak menghambur-hamburkan uang perlu diajarkan kepada anak-anak di usia belianya, karena akan berpengaruh dan membekas hingga mereka dewasa kelak. Diharapkan kelak terhindar dari segala permasalahan keuangan seperti pinjol atau investasi bodong.