Psikologi Nostalgia dan Efek Uncanny

sumber: IG hypnoh0lic

Kadang hanya melihat potongan video VHS, iklan lama, atau wajah orang zaman dulu bisa membuat kita merinding. Bukan karena ada hantu, tapi karena otak bawah sadar kita sedang mengaktifkan memori emosional yang tersembunyi.

📼 1. Psikologi Nostalgia Tak Sadar
Menurut psikologi kognitif, otak menyimpan jejak emosional bahkan dari hal yang tidak kita alami langsung. Video jadul memicu aktivasi sistem limbik—area otak yang mengatur emosi, memori, dan rasa terhubung. Inilah kenapa kita bisa merasa “nyesek” atau merinding hanya karena suasana.

Nostalgia dalam psikologi adalah perasaan sentimental dan kerinduan terhadap masa lalu, seringkali melibatkan campuran emosi positif dan negatif seperti kebahagiaan, kesedihan, dan kerinduan. Fenomena ini bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti lagu lama, foto, atau bau tertentu, dan bersifat sangat personal. Nostalgia tidak selalu berarti negatif, bahkan bisa menjadi mekanisme koping yang membantu individu menghadapi tantangan masa kini dengan menggali pengalaman positif dari masa lalu.

👁️‍🗨️ 2. Efek Uncanny dan Ketidaksesuaian Visual
Wajah-wajah datar di video lama, suara gemetar, atau kualitas visual yang rusak membuat otak merasa “asing tapi familiar”. Ini disebut efek uncanny valley, di mana kita melihat sesuatu yang hampir manusiawi, tapi tidak sempurna dan otak menafsirkan itu sebagai potensi bahaya. Reaksi biologisnya? Merinding.

🔮 3. Asosiasi Budaya dan Energi Psikologis
Budaya kolektif menanamkan asosiasi bahwa sesuatu yang tua, kusam, dan rusak adalah tempat energi “tak terlihat” berada. Video jadul menjadi simbol dari dunia bawah sadar dan tubuh kita memberi respons tak sadar dalam bentuk sensasi dingin atau bulu kuduk berdiri.

🧬 4. Emosi Kompleks dalam Sekejap
Video jadul bisa memunculkan emosi campuran: kehilangan, rindu, takut, penasaran, kagum. Campuran emosi inilah yang secara psikologis memicu sistem saraf simpatik, menyebabkan reaksi fisik seperti merinding, detak jantung naik, atau perasaan tidak tenang tanpa alasan yang jelas.

🧠 Jadi, saat kamu merinding karena melihat video lama, itu bukan karena kamu lemah secara mental.
Tapi karena kamu sedang mengakses lapisan terdalam dari otak emosional lapisan yang jarang disentuh oleh kesibukan sehari-hari.

Efek uncanny dalam film jadul/usang merujuk pada perasaan tidak nyaman atau aneh yang muncul saat melihat representasi manusia yang hampir realistis, terutama dalam animasi atau efek visual, tetapi terasa sedikit “off” atau tidak sempurna. Efek ini bisa disebabkan oleh ketidaksesuaian antara gerakan, ekspresi wajah, atau detail-detail kecil lainnya yang membuat representasi tersebut terasa menyeramkan atau tidak wajar. 

Asal Usul Konsep:

Istilah “uncanny valley” atau “lembah yang aneh” pertama kali diperkenalkan oleh Masahiro Mori, seorang profesor robotika Jepang, untuk menggambarkan fenomena psikologis ini. Mori menjelaskan bahwa semakin realistis suatu robot atau karakter buatan menyerupai manusia, semakin besar kemungkinan penonton akan merasakan ketidaknyamanan atau rasa takut. 

Penyebab Efek Uncanny:

  • Ketidaksesuaian Gerakan: Gerakan yang terlalu kaku, lambat, atau tidak wajar pada karakter CGI dapat menciptakan rasa aneh pada penonton. 
  • Ekspresi Wajah yang Tidak Tepat: Ekspresi wajah yang tidak sinkron dengan emosi atau situasi yang ditampilkan, atau ekspresi yang terlalu berlebihan, dapat memicu efek uncanny. 
  • Detail yang Tidak Sempurna: Meskipun karakter CGI terlihat realistis secara keseluruhan, detail kecil seperti tekstur kulit yang terlalu halus atau mata yang terlalu statis dapat membuat karakter tersebut terasa tidak nyata. 

Jam Gadang  (sirca 1960)

Gambar di atas bisa memberikan efek psikologi nostalgia, khususnya pada generasi yang pernah menyaksikan Jam Gadang pada kisaran tahun tersebut. ❤