Lantana – Tembelekan – Tahi ayam – Saliara

sumber: wikipedia

Lantana (/lænˈtɑːnə, -ˈteɪ-/), cente manis, tahi ayam, tembelakan, saliara atau sasahangan adalah genus dari sekitar 150 spesies tumbuhan berbunga dalam famili Verbenaceae. Mereka merupakan tumbuhan asli daerah tropis Amerika dan Afrika. Ada pula spesiesnya yang diperkenalkan di banyak daerah, terutama di wilayah Australia-Pasifik serta bagian Selatan dan Timur Laut India. Genus ini mencakup tumbuhan herba dan semak yang tumbuh setinggi 0,5–2 m. Nama genusnya berasal dari bahasa Latin Akhir, yang mengacu pada tumbuhan Viburnum lantana yang tidak berkerabat dengan genus ini.

Kluster bunga aromatik Lantana (disebut bunga payung) adalah campuran kuntum merah, jingga, kuning, atau biru dan putih. Warna lain ada saat varietas baru dipilih. Bunganya biasanya berubah warna saat dewasa, menghasilkan perbungaan yang memiliki dua atau tiga warna.

Lantana camara merupakan tumbuhan perdu atau perdu kecil dari famili Verbenaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim subtropis dengan rentang sebaran mulai dari Meksiko hingga kawasan tropis Amerika. Di Indonesia tumbuhan ini dikenal dengan nama kembang telek, tembelekan (Jawa), atau saliara (Sunda). Nama ilmiah Lantana camara pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1753.

Morfologi:

  • Akar tunggang, bulat, kuning kecoklatan, memiliki bulu-bulu akar yang tumbuh dari akar pokok.
  • Batang semak, berkayu, tegak, bercabang, batang berduri.
  • Daun berhadapan, warna hijau, bulat telur, permukaan atas daun berambut banyak dan permukaan bawah berambut jarang.
  • Tepi daun bergerigi dan berbulu kasar, panjang 5- 8 cm dan lebar 3-5 cm.
  • Bunga mengelompok, tersusun dalam bulir padat pada ketiak daun. Warna beragam putih, kuning, merah, merah muda, jingga.
  • Buah bergerombol di ujung tangkai, kecil, bulat, warna hijau ketika mentah, hitam kebiruan dan mengkilap ketika matang.